Berita Kalteng

Listrik Kalselteng Normal Kembali Setelah Tower Darurat Sudah Berfungsi

Harapan warga Kalteng khususnya Palangkaraya, Sampit dan Kasongan agar listrik yang sempat terganggu akibat salah satu tower di Kelurahan Kalampangan

Listrik Kalselteng Normal Kembali Setelah Tower Darurat Sudah Berfungsi
Istimewa/ Humas PLN Kalselteng
Petugas PLN bekerja siang dan malam hari membangun kembali tower yang tumbang hingga jaringan listrik normal kembali. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Harapan warga Kalteng khususnya Palangkaraya, Sampit dan Kasongan agar listrik yang sempat terganggu akibat salah satu tower di Kelurahan Kalampangan roboh akhirnya normal kembali, Minggu (4/11/2018)

Kepaastian ini diungkapkan PLN Kaselteng yang berupaya optimal dalam memulihkan jaringan listrik yang sempat teganggu sehingga dilakukan pemadaman bergilir untuk pelanggan Palangkaraya, Katingan hingga Sampit.

Informasi resmi dari Humas PLN Kalselteng, Geral, dan Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng, Yusfiansyah, menyebut, saat ini sistem jaringan listrik Kalselteng normal kembali seperti semula.

Dia menjelaskan, sejak awal kejadia, satu tower transmisi SUTT 150 kV di Jalan Mahirmahar arah Kelampangan, Palangkaraya, roboh Jumat dini hari (02/11/2018) pukul 00.28 Wib tumbang.

Baca: Hasil Lengkap & Klasemen Liga 1 2018, PSM Kokoh di Puncak, Persija Berpeluang Salib Persib

Baca: 4 Fakta Unik Pelaksanaan Tes SKD CPNS 2018, Melahirkan, Usai Nikah Hingga Tes Pakai Infus

Sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus. Gardu Induk (GI) Palangkaraya, GI Kasongan, GI Sampit dan GI Bagendang padam. Sistem untuk menyuplai Kalteng kehilangan daya sebesar 63 Mega Watt (MW).

Penyalaan pelanggan harus dilakukan bergantian menyesuaikan sisa daya yang ada. (Suplai daya hanya mengandalkan PLTD Kahayan dan PLTD Baamang). Sebanyak 55 petugas PLN yang berkompetensi khusus diterjunkan mendirikan tiga tower darurat. Tower darurat akan digunakan untuk menggantikan tower SUTT yang roboh.

Dua tower darurat berhasil berdiri Sabtu (03/11) pukul 18.00 Wib. Satu tower terakhir berdiri Minggu (04/11) pukul 10.00 Wib. Pengecekan konstruksi dan peralatan di ketiga tower darurat selesai dilaksanakan pukul 13.30 Wib. Selanjutnya dilanjutkan pemasangan kabel konduktor.

Pemasangan kabel konduktor selesai dilakukan Minggu (04/11/2018) pukul 17.30 wib. Kebel konduktor telah selesai terpasang di ketiga tower darurat.
Pengecekan tahanan isolasi. Pengecekan peralatan Gardu Induk untuk memastikan semua parameter operasi aman dan safety dilakukan Minggu (04/11/2018) pukul 18.00 Wib.

Baca: Cucu Pendiri NU Ternyata Dijanjikan Jabatan Ini Hingga Mau Gabung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

Baca: Caleg Perempuan Teriak Bohong Saat Presiden Jokowi Ungkap Hasil Blusukan ke Pasar

Pengecekan Gardu Induk selesai dilakukan Minggu (04/11/2018) pukul 20.00 Wib. Jaringan transmisi SUTT 150 kV siap dioperasikan. Minggu (04/11/2018) pukul 20.12 Wib, jaringan transmisi 150 kV resmi beroperasi. Suplai listrik interkoneksi Kalselteng kembali normal. Secara bertahap suplai listrik dikirim ke GI Palangkaraya, GI Kasongan, GI Sampit dan GI Bagendang.

Minggu (04/11/2018) pukul 20.20 Wib, proses penormalan jaringan distribusi listrik ke pelanggan mulai dilaksanakn. Proses penormalan bertahap sampai semua menyala memerlukan waktu kurang lebih 3 jam karena harus dilakukan secara manual. (Menggunakan petugas PLN).

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved