Berita Kotabaru

Sebut Banyak Embung Lebih Bagus, Ramadan : Tidak Masalah Mereka Bisa Beli Air Tandon

Ungkapan ini dijumpai hampir di setiap pojok kota di wilayah Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru. Warga mengeluhkan krisis air bersih terjadi saat ini

Sebut Banyak Embung Lebih Bagus, Ramadan : Tidak Masalah Mereka Bisa Beli Air Tandon
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kering, kondisi embung Gunung Ulin warga ramai menangkap ikan. Selain embung akan dikuras oleh pihak PDAM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Hanya satu kata, kering. Ungkapan ini dijumpai hampir di setiap pojok kota di wilayah Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru. Warga mengeluhkan krisis air bersih terjadi saat ini.

Terlebih mereka yang latar belakang kehidupannya dari keluarga kurang mampu, hampir setiap hari mengeluh lantaran sulitnya mendapatkan air menjadi kebutuhan dasar.

"Setiap hari memikirkan air. Ya kalau yang punya duit sih tidak repot, tinggal beli air tandon selesai. Sulitnya seperti kami-kami ini," keluh Ramadan kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (4/11/2018).

Menurut dia, pekerjaan sebagai penarik becak di kawasan pasar Kotabaru yang tidak tentu dapat penghasilan setiap hari. Di tambah krisis air terjadi saat ini, jangankan membeli air bersih tandon.

Baca: Live Streaming MotoGP Malaysia 2018 via Live Streaming Trans7 Sirkuit Sepang, Dimas Ekky Start 28

Baca: Hasil Moto3, Kalahkan Murid Valentino Rossi, Jorge Martin Juara Moto3 2018

"Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja tidak cukup. Apalagi membeli air tandong Rp 60 ribu pertandon, dari mana dapat duitnya," kata dengan menggerutu.

Maka dari itu, Ramadan tidak hanya berdoa musim kemarau tahun ini segera berlalu. Namun, berharap ada evaluasi dari pihak-pihak terkait mengambil langkah kongkret mengatasi persoalan krisis air bersih yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat.

Senada diungkapkan Taufik, semenjak air bersih tidak lagi mengalir melalui perpipaan. Buruh serabutan ini terpaksa membeli dari penjaja air menggunakan gerobak.

Menurut dia, sekadar untuk mencukupi kebutuhan perdua hari sekali membeli empat jeriken air masing-masing ukuran 25 liter dari perjual air seharga Rp 5.000.

"Membeli pertandon cuman Rp 6.000, tapi uangnya dari mana," bebernya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kotabaru Denny Hendro Kurniato, tidak menepis krisis air bersih sekarang dihadapi masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Pulaulaut Utara karena kurangnya stok air baku.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved