Berita Kalteng

TPID Kalteng Belum Mampu Atasi Fluktuasi Harga Ayam Potong, Dinas Peternakan akan Lakukan Ini

Tim Pengendalain Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah belum optimal dalam melakukan pengendalian harga ayam potong di Palangkaraya.

TPID Kalteng Belum Mampu Atasi Fluktuasi Harga Ayam Potong, Dinas Peternakan akan Lakukan Ini
tribunkalteng.com/faturahman
Tim pengendalian infalasi daerah (TPID) Kalteng saat menjelaskan masalah ekonomi di Kalteng, akhir pekan tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tim Pengendalain Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah belum optimal dalam melakukan pengendalian harga ayam potong di Palangkaraya.

Ini karena, masih terjadi fluktuasi harga ayam potong yang kadang tidak rasional disaat menjelang hari besar keagamaan maupun hari besar lainnya di Kota Cantik Palangkaraya.

Hal ini juga menjadi perbincangan panjang saat pembahasan di rapat TIPD Kalteng yang dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali untuk melalukan kontrol terhadap harga penjualan ayam di pasaran Palangkaraya.

Dalam beberapa waktu terakhir harga jual ayam potong di Pasar Trasidional Palangkaraya naik mencapai Rp 40 ribu perkilogramnya, meskipun TIPD sudah membangun pasar penyeimbang dengan harga miring.

Baca: Hasil Moto 2018, Murid Valentino Rossi Bagnaia Juara Dunia Moto2 2018, Adik Rossi Juara di Malaysia

Baca: Live Streaming Trans7 - Live Streaming MotoGP Malaysia 2018 Dimas Ekky di Moto2, Marquez ke 7 Rossi?

Ini juga membuat pusing sejumlah ibu rumah tangga yang biasa membeli ayam dengan kisaran Rp 28 ribu perkg hingga Rp30 ribu perkg.

"Dua hari lalu masih ada pedagang yang menjual ayam Rp40 ribu perkg, padahal harga normal sekitar Rp30 tibu saja," ujar Yayu Khofifah, Ibu Rumah Tangga di Jalan A Yani, Minggu (4/11/2018).

Dia berharap, harga ayam bisa normal kembali agar tidak memberatkan warga, karena selama ini harga ayam bisa naik secara tiba-tiba disaat pelanggan banyn yang ingin membeli."Harus pemprov kreatif dalam mengendalikan harga, apalagi sudah ada Tim TPID," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Peternakan Kalteng, Faturahman, mengakui selama ini ada kelompok tertentu yang kerap mempermainkan harga jual ayam potong tersebut sehingga, kadang harga tiba -tiba naik.

"Tapi kami segera mengoperasikan lima kandang penyangga di Palangkaraya untuk memenuhi kebutuhan ayam potong untuk pelanggan warga Palangkaraya, untuk mengurangi ketergantungan dengan pasokan ayam luar Kalteng," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved