Berita Tanahbumbu

NEWS VIDEO : Serunya Lomba Perahu Cepat di Desa Pulau Burung Kabupaten Tanahbumbu

Untuk kali pertama, satu desa yang terpisah dari Pulau Kalimantan yaitu Desa Pulau Burung Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu merayakan hari jadinya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Untuk kali pertama, satu desa yang terpisah dari Pulau Kalimantan yaitu Desa Pulau Burung Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu merayakan hari jadinya.

Kali ini, aparat desa merayakannya dengan menggelar lomba perahu cepat. Desa yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata hutan mangrove dan wisata buah ini kini bisa beramai-ramai merayakannya bersama warga desa.

Meski tak mengundng desa lain untuk merayakannya karena perayaannya sederhana saja, namun warga tetap ramai. Hanya mengundang beberapa peserta lomba dari wilayah Kotabaru dan Tanahbumbu untuk mengikuti lomba perahu.

Ini sekaligus memperkenalkan wilayah Desa Pulau Burung yang sebelumnya sempat berubah nama jadi Desa Pulau Panjang. Perkembangan desa terus meningkat dengan pesat bahkan sudah memiliki dermaga sendiri dan 5 gajebo di dermaga tersebut.\

Baca: Hasil Lengkap & Klasemen Liga 1 2018, PSM Kokoh di Puncak, Persija Berpeluang Salib Persib

Baca: 4 Fakta Unik Pelaksanaan Tes SKD CPNS 2018, Melahirkan, Usai Nikah Hingga Tes Pakai Infus

Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk menyeberang dari Kelurahan Tungkaran Pangeran menuju Desa Pulau Burung. Meski sederhana, namun penduduk sangat antusias merayakannya dengan lomba perahu.

Abdul Rahim, salah satu sesepuh desa mengatakan perkembngan desa saat ini sudah sngat betkembang. Bahkan, desa ini akan menjadi wisata yang terus dikembangkan aparat desa. "Desa ini memiliki potensi yang cukup besar. Ada banyak wisata sepergi wisata buah dan wisata hutan mangrove. Perkembangan desa sangat pesat," katanya, Sabtu (3/11/2018).

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Burung, Saidina mengatakan, desa ini akan menjadi desa wisata hutan mangrove. Pada perayaan hari jadi ke 11 ini sejak memisahkan diri dengan Kelurahan Tungkaran Pangeran pada 2007 lalu, kini desa sudah mulai berkembang.

"Jalan sudah dicor untuk jalur keliling desa. Sehingga pengunjung bisa berwisata dan berkeliling desa baik dengan jalan kaki atau bersepeda," katanya.

Menurut Saidina, hari jadi ini baru pertama kali merayakannya dengan lomba. Sebelumnya, tidak ada kegiatan lain. Dan kegiatan ini murni dilaksanakan menggunakan dana pribadi untuk memeriahkan desa.

Baca: Listrik Kalselteng Normal Kembali Setelah Tower Darurat Sudah Berfungsi

Baca: Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah dan 1 Orang Tersambar Petir, Begini Kondisinya

"Ini yang pertama dan tentunya akan kami evaluasi karena masih belum berani mengundang masyarakat luar. Kami masih berbenah dan tahun ini kami membangun jembatan untuk wisata hutan mangrove," katanya.

Dijelaskannya, pada 2018 ini, pembangunan jembatan wisata hutan mangrove sepanjang 200 meter. Sementara pada 2019 mendatang dilanjutkan sepanjang 700 meter lagi kelilimg pulau dan tambahan gajebo.

"Kapal wisata juga sudah kami siapkan untuk 2019 mendatang. Kapalnya sudah siap tinggal mesinnya di 2019, kapasitas kapal bisa memuat penumpang sebanyak 50 orang," katanya. (banjarmasinpost.co.id/Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved