Kriminalitas Banjarmasin

Penyidik Kejati Sidik Kapal Pembersih Sungai Martapura, Terungkap Proyeknya Senilai Rp 11 Miliar

Kepastian disidiknya kasus dengan nilai proyek sekitar Rp11 miliar ini diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel

Penyidik Kejati Sidik Kapal Pembersih Sungai Martapura, Terungkap Proyeknya Senilai Rp 11 Miliar
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kapal Sapu-sapu pembersih sampah dan ilung di Sungai Martapura Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah memeriksa pihak-pihak terkait, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan akhirnya resmi menaikaan kasus pengadaan kapal pembersih sungai ke penyidikan.

Ini setelah didapat data diduga adanya tindak pidana korupsi pada proyek yang berjalan sekitar 2015 ini.

Kepastian disidiknya kasus dengan nilai proyek sekitar Rp11 miliar ini diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel melalui Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Munaji.

Baca: Viral Video Klip Lagu Thailand Kwik Kwik Kwik, Ternyata Ini Judul dan Cerita Lirik Sebenarnya

"Untuk kasus kapal di Dinas Perhubungan Provinsi kita naikkan ke penyidikan, untuk nilai proyeknya sekitar Rp11 miliar," ucap Munaji seraya mengatakan kapal itu berfungsi sebagai pembersih sungai.

Dinaikkannya kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan disebabnya beberapa hal seperti adanya dugaan adanya mark up harga, terus volume pekerjaan kurang.Seperti contohnua plat baja disitu 8 mili namun kenyataannya yang dipasang 6 mili.

Baca: Klasemen Liga 1 Indonesia Pekan 29 Jelang Live Streaming Barito Putera vs PS Tira di O Channel

Juga adanya crane untuk pengangkut sampah harusnya untuk 3 ton namun dibuat 2 ton.

Munaji yang didampingi satu penyidik mengungkapkan untuk kapalnya sendiri berfungsi namun diduga tak sesuai dengan speck seharusnya dan ada dugaan mark up harga untuk kapal.

Baca: Di Kotabaru, Ratusan Juta Uang Iuran Pensiun Karyawan PDAM Dikorbankan

"Beberapa orang telah kita mintai keterangan sebelumnya, untuk ukuran kapal panjangnya sekitar 20 meter dengan lebar sekitar 9 meter," jelas Adpidsus yang selalu terbuka kala dikonfirmasi ini.

Ditambahkan Munaji untuk kasus ini ada indikasi merugikan negara dimana harga kapal ini juga kemahalan dan belum ada sertifikasi dari badan seharusnya. Untuk kasus ini telah dimintai keterangan puluhan orang.(banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved