Jendela

Resep Panjang Umur

Pengendalian emosi adalah inti dari kesehatan jiwa dan raga. Orang yang emosinya terkendali akan sehat, dan orang yang sehat akan panjang umur.

Resep Panjang Umur
Mujiburrahman 

Oleh: Mujiburrahman
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari

KEMARIN, Ahad, 4 November 2018. Pagi itu, di sebuah hotel di Kota Tanjung, Tabalong, saya sarapan satu meja dengan dua orang yang sudah sepuh. Satu berusia 74 tahun, dan satunya lagi 82 tahun. Meskipun sudah begitu tua, keduanya masih sehat dan aktif berkegiatan.

Sebagai orang yang jauh lebih muda, wajar jika saya tergoda bertanya, apa saja resep yang membuat mereka berumur panjang? Bapak yang berumur 74 tahun mengatakan, resep panjang umur itu ‘Tiga O’. Pertama, otot, yakni badan harus sering bergerak, dan sebaiknya rutin berolah raga. Dia sendiri sejak muda suka main tenis hingga usia 72. Atas saran dokter, sekarang olahraganya cukup bersepeda.

Kedua, otak. Maksudnya, sebagaimana otot, otak juga harus terus digunakan untuk berpikir agar tidak pikun. Tentu berpikir di sini bukan berarti membebani diri dengan banyak pikiran, melainkan mencerahkan pikiran dengan ilmu dan informasi yang bermanfaat. Selain itu, aktif berkegiatan di masyarakat (sesuai kemampuan) juga akan membuat otak tetap segar dan pikiran terus terbuka.

Ketiga, oeang (ejaan lama untuk uang). Maksudnya di sini bukan punya banyak uang, tetapi bersyukur terhadap apa yang ada, tidak mengeluh. “Jika orang pernah menjadi pejabat, lalu pensiun, biasanya dia merasakan perubahan luar biasa. Penghasilan berkurang dan pelayanan serta penghormatan orang menurun. Saat itulah, dia harus mampu bersyukur terhadap apa yang ada,” katanya.

Bapak kedua, seorang ulama terkemuka yang kini berusia 82 tahun, punya resep lain. Dia mengutip Dale Carnegie yang meneliti berbagai kasus selama 25 tahun dan menyimpulkan bahwa penyebab utama orang jatuh sakit adalah emosi, bukan bakteri. Pengendalian emosi adalah inti dari kesehatan jiwa dan raga. Orang yang emosinya terkendali akan sehat, dan orang yang sehat akan panjang umur.

“Pendapat Carnegie itu sangat sesuai dengan Alquran,” katanya. Dia mengutip Ali Imran, ayat 134, yang menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa sebagai penghuni surga. Pertama, mereka mau berbagi dalam keadaan senang ataupun susah. Ini menunjukkan, katanya, orang ini tidak terikat hatinya dengan harta benda. Dia tidak meletakkan nilai hidupnya pada harta. Karena itu, emosinya stabil, hatinya damai.

Kedua, mampu mengendalikan amarah. Orang yang amarahnya tidak terkendali akan berperilaku tidak waras seperti berteriak dan mengamuk. Ketidakwarasan itu bisa dilihat secara fisik. ”Perhatikan detak jantungmu dan matamu saat marah, pasti tidak normal kan?” katanya. Amarah yang tak terkendali adalah emosi negatif yang berbahaya, yang tidak hanya melukai orang lain, tetapi juga diri sendiri.

Ketiga, memaafkan orang lain. Sekilas, memaafkan itu merugikan. Padahal, jika dicermati, memaafkan justru membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Dengan memaafkan, orang akan terbebas dari dendam. Dendam membuat manusia gelisah ingin membalas. “Itu sebabnya, manusia paling mulia adalah orang yang sanggup berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya,” katanya.

“Ayat di atas diakhiri dengan pernyataan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Orang yang hatinya tidak terikat harta, bisa mengendalikan amarah dan suka memaafkan, adalah orang yang hatinya damai. Hati menjadi damai antara lain karena selalu ingat pada Allah. Hati yang damai itu membuatnya bergairah dalam berbuat kebaikan. Inilah yang membuatnya panjang umur,” pungkasnya.

Saya hanya termanggut-manggut, mendengar petuah dua orang sepuh ini. Rupanya rahasia panjang umur itu sederhana: hidup bahagia. Untuk bahagia, orang harus menjaga otot dan otaknya tetap sehat dan emosinya terkendali, tidak gampang marah, suka memaafkan, suka berbagi dan berbuat kebaikan. Seperti para wali Allah, mereka tidak sedih dengan masa lalu, dan tidak khawatir dengan masa depan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved