Kampusiana

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN & SBMPTN, Begini Sistem dan Rincian Alokasinya

Dalam seleksi masuk PTN nanti ada tiga jalur, yakni jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN & SBMPTN, Begini Sistem dan Rincian Alokasinya
internet
SNMPTN 2016 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) Tahun 2019.

Dalam seleksi masuk PTN nanti ada tiga jalur, yakni jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur mandiri.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sutarto Hadi, mengatakan, yang membedakan hanya jalur SBMPTN menggunakan sistem skor. Skor ini yang nantinya akan dibawa untuk melamar di program studi yang dituju.

Baca: Hasil Barito Putera vs PS Tira Liga 1 Pekan 29 : Skor Sementara Masih Imbang Tanpa Gol

Selain itu jalur penerimaan masuk PTN masih sama seperti tahun lalu yakni melalui tiga jalur. Dirincikannya, jalur penerimaan untuk SNMPTN penerimaannya masih sama menggunakan nilai rapor dari Kelas X hingga kelas XII semester 1 atau setara lima semester. Bahasa yang lebih populer dari jalur ini yakni jalur undangan tanpa tes. Dari jalur ini, PTN wajib menyediakan alokasi penerimaan sebesar minimal 20 persen.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! LIVE STREAMING O Channel Barito Putera vs PS Tira Liga 1 2018, M Riyandi Starter

Selain itu, ada jalur penerimaan SBMPTN menggunakan sistem komputer dan skor. Sebelumnya, SBMPTN ini hanya menggunakan ujian dengan pensil dan kertas.

Hasil ujian pun bisa langsung dilihat. Dari jalur ini akan ada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang akan melakukan seleksi. “Ada lembaga khusus, hasilnya pun mirip skor toefl. Jadi skornya terlihat lebih dahulu. Kalau dahulu skor dirahasiakan,” bebernya.

Ia menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). “Calon mahasiswa hanya bisa melakukan dua kali tes,” ujarnya.

Dari SBMPTN alokasi yang disiapkan untuk penerimaan mahasiswa sebesar 40 persen minimal.

Baca: Senyum Bayi Rini Yulianti Jadi Sorotan Warganet, Berikut Kumpulan Foto-foto Bayi Korea Rini Yulianti

Pada tahun 2017 lalu, untuk SBMPTN ada 11 ribu yang memilih jalur ini dari 60 ribu pelamar dari seluruh jalur. Sedangkan kapasistas mahasiswa baru yang disediakan oleh ULM hanya 5.500. “Pelamar sebenarnya bisa memilih dua prodi yang diinginkan. Banyaknya pelamar, jelas akan memerlukan waktu tes, sehingga waktu tes diberikan dalam rentang waktu Maret hingga Mei. Apalagi, perangkat komputer yang tersedia hanya 400 unit,” bebernya.

Ia tak menutup kemungkinan jika ULM akan melakukan pengadaan perangkat komputer. “Nanti dilihat dulu dana yang tersedia dan bantuan dari kementerian. Kalau memungkinkan akan diadakan pengadaan,” jelasnya.

Selain itu ada jalur mandiri yang alokasinya maksimal 30 persen. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved