B Focus Urban Life

Tanggapi Kurang Terawatnya Cagar Budaya, ini Kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Banjar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin mengatakan, sebenarnya tidak ada kendala

Tanggapi Kurang Terawatnya Cagar Budaya, ini Kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Banjar
BPost Cetak
bpost 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin mengatakan, sebenarnya tidak ada kendala berarti dalam pemeliharaan cagar budaya di Kabupaten Banjar.

Dikarenakan pihaknya banyak mendapat dukungan dari Pemprov Kalsel dan pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim.

"Sebenarnya kurang sosialisasi dan minat untuk mengkaji sejarah saja, Hanya beberapa kelompok dan belum begitu luas dan banyak," katanya, Jumat (2/11).

Dia mengatakan, oleh sebab itulah perlu dukungan untuk meningkatkan generasi muda memahami sejarah lokal, terutama di Kabupaten Banjar.

Baca: Putus Dari Reino Barack Luna Maya Ingin Sampaikan Hal Ini Pada Keluarga Sang Mantan

Baca: Ini Fakta Seputar Keimigrasian Terkini di Kalsel yang Penting Diketahui, Cina Dominasi WNA

Baca: Sikap Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Tanggapi Laporan Hukum Warga Boyolali Jelang Pilpres 2019

Baca: Cerita Soimah Yang Bisa Lihat Makhluk Halus, Kaget Lihat Penampakan Dirinya Pakai Baju Cina

Salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan berupa kegiatan melibatkan guru sejarah dan penyampaian hasil penelitian dari Balai Arkeologi.

Pihaknya juga sedang membentuk tim ahli cagar budaya Kabupaten Banjar yang sudah disertifikasi.

Pada 2019 sudah ada program akan melakukan kajian terhadap cagar budaya yang ada di Kabupaten Banjar, baik yang sudah ditetapkan maupun yang belum ditetapkan.

"Sedangkan untuk penelitian, kami sudah bekerja sama dengan Balai Arkeologi Banjarmasin dari tahun 2012 sampai 2017. Hasil kajian ini akan ditindaklanjuti oleh tim ahli yang akan dibentuk," imbuhnya.

Yuana juga menjelaskan, kalau melihat dari segi anggaran memang terbatas, tetapi dari PUPR Kabupaten Banjar mendukung untuk pelaksanaan pemeliharaan cagar budaya dengan melibatkan berbagai unsur dan instansi.

Paling utama adalah kesadaran bersama untuk melestarikan cagar budaya yang ada di Kabupaten Banjar.

Terkait kondisi makam Sultan Tahlilullah yang seakan tak terawat memilih enggan berkomentar.

Dia beralasan terlebih dulu melihat langsung ke lapangan.

Namun dia menjelaskan, pihaknya mengangkat juru pelihara makam untuk menjaga kebersihannya, menerima laporan perkembangannya terkait cagar budaya.

Sedangkan untuk rehab atau perbaikan makam maka dilakukan bertahap.

“Rehab bertahap karena banyaknya cagar budaya, sebagian kami minta bantuan Pemprov dan pemerintah pusat untuk rehabnya,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved