Serambi Ummah

Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini 5 Tradisi Tolak Bala

Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini 5 Tradisi Tolak Bala

Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini 5 Tradisi Tolak Bala
tribunkaltim.com
Amalan Bulan Safar 1440 Hijriyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Besok adalah Rabu terakhir di Bulan Safar. Masyarakat Banjar, biasa mengenalnya dengan sebutan Arba Mustakmir. Sementara tradisi Jawa dikenal dengan Rebo Wekasan.

Arba Mustamir atau Rebo Wekasan, istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral.

Konon di hari Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan  adalah hari datangnya 320.000 bala, sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana. Maka rata-rata tradisi yang dilaksanakan adalah bersifat tolak bala.

Karenanya menjadi semacam kebiasaan sebagian bagi masyarakat Banjar untuk melakukan hal-hal tertentu untuk menghindari kesialan pada hari itu, misalnya;

Baca: Amalan Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir Dalam Hukum Islam

Baca: Bacaan Niat Sholat Rebo Wekasan Arba Mustakmir atau Sholat Tolak Bala Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Baca: Banyak Umat Muslim Laksanakan Sholat Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir, Ini Hukumnya Dalam Islam

Baca: Besok Arba Mustakmir, Ini Arti Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan Serta Hukumnya Dalam Islam

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini 5 Tradisi Tolak Bala

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini Zikirnya

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

1) Sholat sunnah mutlak disertai doa tolak bala,

2) Selamatan kampung, biasanya disertai dengan menulis wafak di atas piring kemudian dibilas dengan air, seterusnya dicampurkan dengan air di dalam drum supaya bisa dibagi-bagikan kepada orang banyak untuk diminum,

3) Mandi Safar untuk membuang sial, penyakit, dan hal-hal yang tidak baik. Mandi Safar ini menjadi atraksi wisata menarik di Kal-Teng yang dipromosikan. Mandi Safar ini merupakan tradisi masyarakat yang mendiami tepian sungai Mentaya,

4) Tidak melakukan atau bepergian jauh,

5) Tidak melakukan hal-hal yang menjadi pantangan, dan sebagainya.
Ratusan warga Kampung Cangkring dan sekitarnya Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, menggelar acara tolak bala dengan cara berjalan kaki mengelilingi kampung, Rabu (10/10/2018) malam.

Ambil contoh yang dilakukan sebagian masyarakat Tapin yang mengunjungi makam Datu Sanggul di Kecamatan Tapin Selatan pada Rabu (9/1/2012) lalu.

Banyaknya umat Islam mengunjungi Makam Datu Sanggul ini karena bertepatan dengan Arba Mustamir, yaitu hari Rabu terakhir Bulan Syafar yang bagi sebagian umat Islam diyakini sebagai hari sakral.

Umat Islam yang hadir di Makam Datu Sanggul itu mulai anak-anak, remaja bahkan puluhan PNS berbaju seragam turut hadir.

"Kami datang ke Makam Datu Sanggul ini berombongan sesama guru sekolah, sebab hari ini Arba Mustamir, kata orang Arba Mustamir ini bala diturunkan karena itu kami mengunjungi makam untuk menolak bala tersebut," jelas seorang PNS Tapin yang mengunjungi makam itu dikutip dari Bpost Online.

Sudah menjadi tradisi sebagian warga Tapin, setiap Arba Mustamir, mereka banyak mengunjungi makam, jelasnya lagi. (BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved