Serambi Ummah

Besok Arba Mustakmir, Ini Arti Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan Serta Hukumnya Dalam Islam

Besok Arba Mustakmir, Ini Arti Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan Serta Hukumnya Dalam Islam

Besok Arba Mustakmir, Ini Arti Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan Serta Hukumnya Dalam Islam
Hanani
Tradisi tolak bala di Tangkarau Luar Kelurahan Barabai Timur RT 06, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Minggu malam (30/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Besok, Rabu (7/11/2018) adalah Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan, Rabu terakhir di Bulan Safar.

Bahkan Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan  jadi topik paling dicari warganet melalui Google.

Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan dipercaya sebagai hari turunnya bala. Oleh sebab itu banyak daerah menggelar tradisi tolak bala. Tapi apa itu Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan dan hukumnya dalam Islam?

Apa itu Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan?

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan, Rabu Wekasan, atau Rebo Pungkasan, adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada kalender penanggalan Jawa.

Baca: Amalan Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir Dalam Hukum Islam

Baca: Bacaan Niat Sholat Rebo Wekasan Arba Mustakmir atau Sholat Tolak Bala Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Baca: Banyak Umat Muslim Laksanakan Sholat Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir, Ini Hukumnya Dalam Islam

Baca: Besok Arba Mustakmir, Ini Arti Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan Serta Hukumnya Dalam Islam

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini 5 Tradisi Tolak Bala

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar atau Rebo Wekasan, Ini Zikirnya

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

Pada Rebo Wekasan biasanya dimulainya rangkaian Upacara Adat Safaran yang nanti akan berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud).

Seperti upacara Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Keistimewaan Rebo Wekasan adalah karena inilah satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat.

Catatan dalam adat Kejawen, hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara, kecuali pada hari Rebo Wekasan.

Warga Kui ketika memulai acar tolak bala atau menjauhkan kampung dari bahaya kebakaran, Jumat (1/8/2014).
Warga Kui ketika memulai acar tolak bala atau menjauhkan kampung dari bahaya kebakaran, Jumat (1/8/2014). (banjarmasinpost.co.id/hasby)

Konon Rebo Wekasan adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Halaman
1234
Editor: Restudia
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved