Ekonomi dan Bisnis

Hampir Sebulan Pertamax Naik, Pengelola SPBU Rasakan Penurunan Penjualan

Sudah hampir satu bulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax diterapkan, pengelola SPBU mulai rasakan penurunan penjualan.

Hampir Sebulan Pertamax Naik, Pengelola SPBU Rasakan Penurunan Penjualan
banjarmasinpost.co.id/acm
Penjualan Pertamax di SPBU S Parman Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah hampir satu bulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax diterapkan, pengelola SPBU mulai rasakan penurunan penjualan.

Diantaranya di SPBU S Parman, Jalan S Parman Banjarmasin yang rasakan penurunan penjualan Pertamax rata-rata 3 persen setiap harinya.

Menurut Manajer SPBU S Parman, H Arif, penurunan penjualan Pertamax masih rendah karena Ia menilai pasokan BBM jenis lainnya seperti Pertalite dan Premium tidak terlalu banyak.

Sehingga masyarakat masih banyak yang memilih untuk membeli Pertamax walaupun harganya sudah naik.

Selain itu, kesadaran masyarakat akan kualitas Pertamax yang lebih baik juga dinilai membantu batasi penurunan penjualan bahan bakar khusus ini di SPBU S Parman.

Baca: Aktor Lee Jong Suk Dideportasi dari Indonesia, Pihak Agensi Sebut Promotor Bermasalah

Baca: Jenazah Bocah yang Makamnya Dibongkar Akhirnya Dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin

Baca: Ini Jadwal Tes CPNS 2018 dan Lokasi CAT Kemenristekdikti di ULM, Terapkan Passing Grade

Baca: Pembelaan Jokowi Soal Tuduhan PKI Jelang Pilpres 2019, Fakta Tahun Lahir Hingga Orangtua

"Untuk Pertalite dan Premium pasokan lancar cuma hanya masing-masing 10 kilo liter, kami meminta tambahan menjadi 20 kilo liter jarang terealisasi," kata H Arif.

Pun demikian menurut pengelola SPBU Sabilal Muhtadin, Arliansyah, yang juga rasakan penurunan penjualan Pertamax.

"Ya menurun kurang lebih 100 liter setiap harinya," kata Arliansyah.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) lakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO pada Rabu (10/10/2018).

Harga Pertamax di Kalimantan Selatan ditetapkan naik dari Rp 9.700 jadi Rp 10.600 perliter dan Dexlite sebelumnya Rp 9.200 menjadi Rp 10.700 perliter.

Menurut Region Manager Communication & CSR Pertamina, Yudi Nugraha, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

"Penetapan harga pun mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM," kata Yudi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved