Berita Tanahbumbu

Rina Menangis Melihat Rumahnya yang Terbelah akibat Longsor di Area Pertambangan

Kondisi ini terlihat dan dirasakan beberapa warga yang ada di wilayah RT 3 Dusun 1 Banjarsari.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Miris, keadaan Desa Banjarsari Kecamatan Angsana Kabupaten Tanahbumbu.

Beberapa rumah retak dan penghuninya harus mengungsi karena dampak pertambangan.

Kondisi ini terlihat dan dirasakan beberapa warga yang ada di wilayah RT 3 Dusun 1 Banjarsari.

Hingga membuat penduduknya menangis melihat keadaan rumahnya yang kini tak mungkin lagi ditempati.

Ada beberapa rumah yang dikelilingi kawasan tambang dan terparah ada sekitar 4 rumah yang kini penghuninya sudah mengungsi ke tempat keluarganya.

Baca: Anak Desy Ratnasari Masih Panggil Daddy pada Irwan Mussry yang Kini Suami Maia Estianty

Baca: Serunya Audi Marissa Hadiri Fans Meeting Lee Jong Suk Sebelum si Aktor Dideportasi dari Indonesia

Baca: Pengakuan Jokowi Soal Yusril Ihza Mahendra yang Akhirnya Mau Jadi Pengacaranya di Pilpres 2019

Baca: Dampingi Dewi Perssik Hadapi Rosa Meldianti, Hotman Paris: Terlalu Mahal Bayar Hotman Buat Settingan

Jalan desa pun kini tak bisa lagi dilalui warga yang tinggal di kawasan tersebut karena sudah longsor.

Rita Wati misalnya, rumahnya yang terbilang rusak cukup parah itu harus ditinggalkannya.

Sebab tak mungkin lagi untuk ditinggali karena retak dan terpisah antara ruang tamu dan dapurnya.

Rina Wati sampai meneteskan air mata saat bercerita kepada Banjarmasin Post saat ditemui di rumah mertuanya tak jauh dari lokasi longsor, Selasa (6/11/18).

Dia merasa sedih dengan kondisi tersebut yang memaksanya harus mengungsi dan mengosongkan isi rumahnya.

Kini, dia merasa sulit melihat rumahnya lagi.

Hingga peristiwa itu terjadi, belum ada ada kesepakatan ganti rugi dari perusahaan dan warga terkait harga.

Namun, aktivitas penambangan terus dilaksanakan hingga akhirnya peristiwa longsor ini terjadi.

Bahkan tak pernah sedikitpun terlintas dipikirannya untuk menjual tanah dan rumahnya yang sudah aman dan nyaman, terpaksa mereka minta ganti rugi yang sepadan.

Hanya saja, sampai sekarang ini tak ada kesepakatan harga hingga terjadi longsor.

Bahkan hingga saat ini, belum ada titik terangnya.

Dia bersama warga lainnya meminta disesuaikan dengan ganti rugi.
Sebab, mereka tak pernah berniat untuk pindah dan menjual tapi dengan begini berarti memang dipaksa untuk menjual.

Bila memang harus dijual tetap harus sesuai harganya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved