Ratna Sarumpaet Diduga Dianiaya

Atiqah Hasiholan Ungkap Kondisi Ratna Sarumpaet di Tahanan, Sebulan di Psikiater

Sebulan terakhir mendekam di penjara karena kasus hoaks membuat kondisi aktivis Ratna Sarumpaet (69) semakin menurun.

Atiqah Hasiholan Ungkap Kondisi Ratna Sarumpaet di Tahanan, Sebulan di Psikiater
intisari online
Ratna Sarumpaet dan Fathom Saulina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebulan terakhir mendekam di penjara karena kasus hoaks membuat kondisi aktivis Ratna Sarumpaet (69) semakin menurun.

Hal itu diungkapkan oleh anak Ratna Sarumpaet, aktris Atiqah Hasiholan (36), ketika ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018), seusai membesuk ibunya bersama tim kuasa hukum, Insang Nasrudin.

Karena kondisinya terus menurun, Atiqah Hasiholan meminta kepada polisi agar Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota.

"Selama setahun ini ibu saya melakukan pengobatan juga di psikiater ya. Di penjara tekanannya (depresi) mungkin jauh lebih berasa, lebih drop," kata Atiqah Hasiholan.

"Ya itu dia, kita juga tadi ngebahas sama abang-abang tim kuasa hukum ini, karena kita masih mengupayakan penahanan kota. Tapi gimana pun juga berada tahanan di luar itu pasti akan secara mentally, secara physically, mudah buat ibu saya recovery, sehingga nanti di pengadilan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu lebih baik," paparnya.

Baca: Reaksi Pemerintahan Jokowi Soal Kabar Ditangkapnya Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi

Baca: Penjelasan Resmi Prabowo Subianto Soal Pidato Tampang Boyolali Jelang Pilpres 2019

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

Atiqah Hasiholan mengungkapkan, permintaan Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota, sudah dilakukannya sebanyak dua kali hingga detik ini.

Ketika meminta untuk menjadi tahanan kota pertama kali, istri aktor Rio Dewanto itu mengaku ditolak pihak kepolisian, karena Ratna Sarumpaetmasih diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Iya ini kita udah kedua kali minta penangguhan, pengalihan, iya pengalihan. Yang pertama ditolak karena ada alasan masih ada pemeriksaan. Tapi yang kedua ini kita minta tanggal 29 Oktober 2018. Belum ada jawaban," ungkapnya.

Ibu satu anak ini berharap permintaannya untuk membuat Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota dikabulkan oleh pihak kepolisian.

Baca: Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2018 Live RCTI - Bima Sakti Siapkan 11 Pemain

Baca: Link Live Streaming & Jadwal Fuzhou China Open 2018, Rabu (7/11), Ada Jojo dan Ginting

Baca: Jadwal Liga Champion 2018/2019 matchday 4 Live RCTI Kamis (7/11), Ronaldo Beri Bukti ke MU?

"Ya saya berharap sekali dengan kondisi ibu saya seperti ini, dan juga udah enggak ada pemeriksaan lagi, insyaallah bisa dikabulkan," harap Atiqah Hasiholan.

Insang Nasrudin menjelaskan maksud permintaan Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota, karena kondisi Ratna Sarumpaet semakin menurun jika hidup di dalam penjara.

Aktivis Ratna Sarumpet ditahan, Jumat (5/10/2018).
Aktivis Ratna Sarumpet ditahan, Jumat (5/10/2018). ((Kompas.com/Rima Wahyuningrum))

Mengingat Ratna Sarumpaet harus terus menjalani pengobatan di psikiater yang sudah berjalan selama setahun belakangan.

Baca: Prakiraan Cuaca Sejumlah Daerah di Kalsel Rabu (7/11), Hujan Petir Terjadi di Empat Daerah

Baca: Link Live Streaming MNC TV & Jadwal Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF Futsal 2018

Baca: Khofifah Beberkan Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin di Jawa Barat di Pilpres 2019

"Kami tidak meminta dalam kapasitas dihilangkan status penahanannya. Kami hanya meminta agar digeser dari penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota. Itu saja yang kami mohonkan, melihat kondisi beliau juga yang dalam kondisi masa pengobatan, dan harus setiap hari mengonsumsi obat, iya kan. Ini kan tentu sangat berpengaruh dalam fisik dan jiwanya," beber Insang Nasrudin.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terkuak, Sudah Setahun Terakhir Ratna Sarumpaet Jadi Pasien Psikiater

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved