Tambang Batu Bara di Tanahbumbu Longsor

Dinas LH Tanahbumbu Minta Aktivitas Penambangan Batu Bara di Angsana Disetop Pascalongsor

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahbumbu menyikapi serius kejadian longsornya areal tambang batu yang terjadi di Desa Banjarsari Angsana.

Dinas LH Tanahbumbu Minta Aktivitas Penambangan Batu Bara di Angsana Disetop Pascalongsor
capture/BPost Edisi cetak
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak, Selasa (7/11/2011) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANAHBUMBU - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahbumbu menyikapi serius kejadian longsornya areal tambang batu yang terjadi di Desa Banjarsari. Minggu (5/11) kemarin, mereka sudah turun ke lapangan. Bahkan meminta penambangan disetop sementara.

"Kami meminta penambangan sementara disetop dulu. Kami minta ganti rugi kepada masyarakat diselesaikan dulu," kata Rahmad, Selasa (6/11/2018).

Bertempat di Mapolsek Angsana, kepala desa, ketua RT, kepala dusun Desa Banjarsari bertemu dengan pihak PT Sumber Alam Inti Mandiri (SAIM), Selasa sore. Pertemuan yang difasilitasi Kapolsek Angsana Ipda Farikin ini membahas rumah warga yang rusak.

Kepala Desa Banjarsari, Aep Saifudin, mengatakan dia sudah mengingatkan pihak perusahaan. “Saya sudah menegur pihak perusahaan untuk berhati-hati, karena mereka menambang dekat pekarangan warga,” ujarnya.

Baca: Link Live Streaming MNC TV Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF Futsal 2018 Jam 14.00 WIB

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Valencia 2018 - Misi Treble Winner Tim Honda di Seri Terakhir

Aep mengatakan dalam pertemuan itu belum menghasilkan kesepatan nilai ganti rugi. Ini membuat warga kecewa. "Pihak perusahaan meminta waktu selama 7 hari untuk bernegosiasi dengan masyarakat. Kita tunggu saja hasilnya," ujarnya.

Menurut Aep sebanyak lima unit rumah warga terkena dampak langsung dari penambangan batu bara. “Dua unit rumah masuk tanggung jawab PT Sarana Usaha (SU) dan tiga unit rumah masuk tanggung jawab PT SAIM. PT SU sudah tidak masalah, karena siap bertanggung jawab dan sudah ada surat pernyataannya," ujarnya.

Direktur PT SAIM, Bambang, saat ditemui usai pertemuan mengatakan, pihaknya pasti bertanggung jawab. “Kami tidak akan lari. Semuanya akan diselesaikan sesuai dengan keadilan,” ujarnya.

Menurut Bambang, pihaknya sudah mendata dan melakukan pengukuran. “Tim kami sudah turun untuk melihat kondisinya dan ukuran tanah serta bangunannya,” ujarnya.

Baca: VIDEO Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Rebo Wekasan yang Juga Disebut Arba Mustakmir

Baca: Besok Arba Mustakmir, Hari Rabu Terakhir Bulan Safar, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

Bambang mengatakan dia tak pernah menyangka longsor akan kejadian. Jarak pagar seng tambang dengan jalan desa dan pekarangan warga sekitar 20 meteran. “Meski begitu, semuanya akan dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Berdasar hasil pertemuan di Polsek Angsana, ada kesepakatan antara aparat desa, RT, kepala dusun dan kepala desa serta perusahaan.

“Ada beberapa kesimpulan, di antaranya soal harga akan dinegoisasi lagi. Namun kami masih meminta waktu selama satu minggu, karena ada beberapa orang atau pemilik rumah yang berada di luar kota. Sehingga perlu dikoordinasikan lebih lanjut agar tidak salah," ujarnya.

Terpisah, Kabid Pertambangan Dinas ESDM Kalsel, Gunawan Hardjito, pihaknya sudah memonitor penambangan batu bara di Desa Banjarsari.

"Kami baru kirim Tim Inspektur Tambang ke lokasi. Mereka memastikan keberadaan tanah retak atau rumah yang dekat tambang," ujarnya. (hid/lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved