Berita Tanahlaut

Karyawan RSUD Hadji Boejasin Tak Lolos Uji Kompetensi Bakal Diistirahatkan, Ini Peringatan Wabup

Seluruh ruangan pelayan, loket BPJS hingga ruangan rawat inap berbagai kelas dikunjungi Abdi Rahman didampingi Plt Direktur RSUD Hadji Boejasin

Karyawan RSUD Hadji Boejasin Tak Lolos Uji Kompetensi Bakal Diistirahatkan, Ini Peringatan Wabup
Mukhtar Wahid
Wakil Bupati (Wabup) Tanahlaut, Abdi Rahman melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin, Jalan Hadji Boejasin, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Rabu (7/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Wakil Bupati (Wabup) Tanahlaut, Abdi Rahman melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin, Jalan Hadji Boejasin, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Rabu (7/11/2018).

Seluruh ruangan pelayan, loket BPJS hingga ruangan rawat inap berbagai kelas dikunjungi Abdi Rahman didampingi Plt Direktur RSUD Hadji Boejasin, Isna.

Hasilnya Abdi Rahman menilai masih terjadi penumpukan petugas tenaga medis dalam setiap ruang pelayanan yang dikunjunginya.

Abdi Rahman mengaku menunggu hasil laporan pemetaan karyawan dari manajemen RSUD Hadji Boejasin.

Baca: Jadwal Persib Bandung di 5 Pertandingan Terakhir Liga 1 2018 : Persib vs PSMS Live di Indosiar

Selanjutnya, meminta manajemen melakukan uji kompetensi bagi karyawan di RSUD Hadji Boejasin.

Menurut Abdi Rahman, karyawan RSUD Hadji Boejasin yang tak memenuhi kompetensi dan tidak layak akan diistirahatkan.

Baca: Maria Ozawa Bantah Lakukan Ini Usai Diperiksa Selama 3 Jam di Kantor Imigrasi Bali

"Kebutuhan pelayanan rumah sakit dan tenaga kerjanya ada aturannya dan itu akan dipelajari," katanya.

Menurut Abdi Rahman, banyaknya karyawan di RSUD Hadji Boejasin, membebani anggaran keuangan sehingga berdampak bagi pengadaan fasilitas pendukung di ruang pelayanan dan ruangan rawat inap.

"Ruangan rawat inap tidak ada kipas angin. Ini keluhan pasien. Padahal RSUD ini adalah BLUD. Anggarannya akan kita audit. Semua harus dibenahi secara total. Ini demi kepercayaan masyarakat karena pasiennya ternyata tak hanya warga Tanahlaut saja," katanya.

Baca: Pendaftar 4.416 Orang Tapi yang Lolos SKD CPNS Cuma 42 Peserta, Pemda Ngemis ke Pusat Minta Ini

Abdi Rahman juga akan mempertanyakan kegiatan pembangunan baru saat sidak. Itu karena kegiatan itu dianggapnya mubazir karena sebentar lagi kegiatan pelayanan akan dipindah ke rumah sakit baru di Kelurahan Saranghalang.

"Saya minta jawaban peruntukan pembangunan itu untuk ruangan apa," katanya.

Tak hanya itu, kegiatan menambah ruangan juga terlihat di bagian belakang ruangan perawatan stroke. Diduga bangunan itu berukuran 5x5 meter.

"Saya ingin saat pindah nanti, bukan hanya bangunan rumah sakitnya baru. Tapi juga mental dan cara kerja pelayanan juga harus baru," tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved