Berita Banjarmasin

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Triwulan III 2018 Meningkat, Ini Faktornya

Komoditas energi mineral dan minyak nabati masih menjadi bahan bakar pertumbuhan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) di triwulan III 2018.

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Triwulan III 2018 Meningkat, Ini Faktornya
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kapal tongkang batu bara melewati Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komoditas energi mineral dan minyak nabati masih menjadi bahan bakar pertumbuhan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) di triwulan III 2018.

Peran ekspor batu bara dan crude palm oil (CPO) yang dominan berhasil dorong perekonomian Kalsel pada kuartal III 2018 tumbuh 5,15 persen year on year (yoy).

Nilai ini meningkat dibanding pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan II 2018 yang hanya di angka 4,61 yoy.

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel), Herawanto, selain peningkatan permintaan ekspor atas dua komoditas ini, faktor peningkatan investasi di Kalsel juga menjadi faktor melajunya pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Baca: Jadwal Pekan 30 & Klasemen Liga 1 2018 - Persib vs PSMS & Persebaya vs PSM Live Indosiar

Baca: Link Live Streaming & Jadwal Fuzhou China Open 2018, Rabu (7/11), Ada Jojo dan Ginting

Peningkatan investasi utamanya bersumber dari investasi bangunan, sejalan dengan baiknya kondisi sektor utama.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga (RT) tumbuh melambat sejalan normalisasi permintaan.

Konsumsi pemerintah juga tumbuh melambat sejalan dengan tidak adanya belanja pegawai yang signifikan seperti yang terjadi pada triwulan sebelumnya.

Baca: Link Live Streaming MNC TV Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF Futsal 2018 Jam 14.00 WIB

Baca: Hasil Fuzhou China Open 2018 - Praveen/Melati Lolos ke Babak Kedua, Kalahkan Wakil Inggris

Nilai pertumbuhan ekonomi Kalsel catatkan rapor positif ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2018 di angka 5,17 persen yoy, melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,27%.

"Secara Nasional perlambatan salah satunya disebabkan oleh kinerja ekspor yang melemah dan impor yang masih cukup tinggi," kata Herawanto.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved