Tambang Batu Bara di Tanahbumbu Longsor

Rumah Warga Angsana Rusak, Jalan Desa Pun Ambles, Warga Terpaksa Mengungsi

Dampak Longsor areal tambang batu bara di Desa Banjarsari Kecamatan Angsana Kabupaten Tanahbumbu, Minggu (4/11/2018) juga merusak jalan desa.

Rumah Warga Angsana Rusak, Jalan Desa Pun Ambles, Warga Terpaksa Mengungsi
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Selasa (7/11/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dampak Longsor areal tambang batu bara di Desa Banjarsari Kecamatan Angsana Kabupaten Tanahbumbu, Minggu (4/11/2018) lalu, tidak hanya merusak rumah warga, jalan desa pun ikut kini tak bisa dilalui lagi karena ambles.

"Tak hanya rumah, jalan desa pun tidak bisa lagi dilalui lagi. Jalan Desa kami juga longsor. Kejadiannya usai hujan, Minggu (4/11/2018) siang sekitar pukul 13.00 Wita,” ujar istri Nanang Supriyatna ini.

Tanah di depan rumah Rina sudah retak seperti terbelah. “Jarak rumah saya dengan tempat longsor sekitar 10 meter. Bila hujan turun, berpotensi terjadi longsor lagi,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Rina, dia bersama warga lainnya belum mendapat ganti rugi dari perusahaan. Sementara aktivitas penambangan terus dilaksanakan.

Baca: Rumah Retak dan Terbelah Akibat Longsor Tambang Batu Bara, Rina Mengaku Sakti Hati

“Tak pernah sedikitpun terlintas dipikiran saya menjual tanah dan rumah. Karena kami sudah merasa aman dan nyaman di hidup di sini. Karena rumah kami rusak akibat penambangan, kami pun terpaksa minta ganti rugi yang sepadan,” ujarnya.

Rumah yang rusak itu tersebut posisi terkepung tambang batu bara. “Di depan rumah ada tambang batu bara dan di belakang rumah juga tambang batu bara. Dua tambang itu berbeda perusahaan,” ujarnya.

Serupa dengan Rina Wati, Rohana juga mengungsi ke tempat keluarganya. “Rumah saya dengan lokasi penambangan masih berjarak sekitar 30 meteran. Tapi saya sudah merasa waswas,” kata istri Maniso ini.

Takut terjadi apa-apa, Rohana sekeluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. “Untuk mencari aman, kami juga mengungsi. Menurut saya kondisi memang sudah tidak aman lagi,” ujarnya.

Terkait longsor, Rohana mengaku sempat mendengar gemuhur dan merasakan getaran. “Seng pembatas area tambang bunyi gemuruh seperti ada yang memukul seng tersebut. Ternyata longsor. Saya masih syok atas peristiwa itu,” ujarnya.

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Valencia 2018 - Misi Treble Winner Tim Honda di Seri Terakhir

Beda dengan Gelisah. Rumahnya masih belum terkena dampak dari penambangan batu bara.

“Namun tak menutup kemungkinan rumah kami juga akan terkena dampaknya,” ujarnya.

Sebelum hal itu terjadi, Gelisa bersama keluarganya mengungsi ke tempat yang aman. “Kami juga sudah mengungsi, tapi tidak sepenuhnya. Kalau malam, kami tidak tidur di rumah ini. Kalau siang, kami kembali ke rumah ini,” ujarnya.

Gelisa mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut antara warga dan perusahaan terkait ganti rugi. “Kami minta ganti rugi sepadan. Kami juga minta ganti rugi langsung atau cas,” ujarnya. (hid)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved