Berita Jakarta

Sandiaga Tak Ingin Bantah Presiden Jokowi Soal Harga, Tapi Akui Tak Bisa Menafikan Pedagang

Sandiaga mengatakan dia tidak ingin membantah Jokowi. Namun, dia juga tidak bisa menafikan apa yang disampaikan oleh pedagang.

Sandiaga Tak Ingin Bantah Presiden Jokowi Soal Harga, Tapi Akui Tak Bisa Menafikan Pedagang
surya/sri wahyunik
Sandiaga Uno membeli tempe Rp 100.000 di Pasar Tanjung Jember, Minggu (7/10/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil presiden nomur urut 2, Sandiaga Uno menyatakan tak ingin berdebat dengan Presiden Joko Widodo soal perbedaan harga komoditas di sejumlah pasar, tetapi juga tak bisa menafikan pedagang.

Menurut Sandiaga harga di tiap pasar bisa berbda satu sama lain. Seperti tadi pagi, dia mendengar keluhan harga yang naik oleh pedagang di Pasar Anyar, di Bogor. Sandiaga mengatakan bahkan pasar tersebut terletak tidak jauh tempat Jokowi bekerja.

"Harga-harga itu naik turun. Ada yang naik ada yang turun. Saya tidak mau berdebat dengan Pak Presiden mengenai harga-harga," ujar Sandiaga di kawasan Tanjung Barat, Kamis (8/11/2018).

"Tapi sebagian pasar, kayak tadi di Pasar Anyar yang kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal," tambah Sandiaga.

Baca: Jaksa KPK Tuntut Zumi Zola 8 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politik 5 Tahun

Sandiaga mengatakan dia tidak ingin membantah Jokowi. Namun, dia juga tidak bisa menafikan apa yang disampaikan oleh pedagang.

Faktanya, kata dia, harga di tiap pasar memang berbeda. Tugas pemerintah adalah membuat harga menjadi stabil dan sama di setiap pasar.

Sandiaga mengatakan dia dan calon presiden Prabowo Subianto akan melakukan itu jika menang dalam Pilpres 2019.

Dia pun memberi contoh kasus yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Sandiaga mengatakan harga di DKI Jakarta tergolong stabil dan seragam. Hal ini karena Pemprov DKI Jakarta mengintervensi harga melalui Badan Usaha Milik Daerah.

Dalam hal ini, Pemprov DKI memiliki BUMD pangan seperti Perumda Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang.

Baca: Rekap Hasil Fuzhou China Open 2018, Kamis (8/11) - Ini 5 Wakil Indonesia ke Perempatfinal

Jika ada harga yang jauh lebih tinggi dengan pasar lain, BUMD pangan itu langsung memasok komoditas pangan yang harganya naik. Dengan begitu harga bisa stabil kembali.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved