Tajuk

Kepahlawanan PHM Noor

Salah satunya almarhum Ir Pangeran H Mohammad Noor yang akrab disapa Ir PHM Noor dari Kalimantan Selatan.

Kepahlawanan PHM Noor
istimewa/ Ir HPM Noor
Ir HPM Noor 

DUA hari menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh dari berbagai daerah, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Pemberian gelar tersebut diberikan kepada ahli waris dari enam tokoh pahlawan, (Banjarmasinpost.co.id, 8/11/2018).

Salah satunya almarhum Ir Pangeran H Mohammad Noor yang akrab disapa Ir PHM Noor dari Kalimantan Selatan.

Ir PHM Noor menjadi orang keempat asal Kalimantan Selatan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, setelah tiga orang sebelumnya yaitu Pangeran Antasari, Brigjen H Hassan Basry, dan KH Idham Chalid.

Berdasarkan riwayatnya, PHM Noor yang lahir di Martapura 24 Juni 1901 merupakan keturunan Raja Banjar Sultan Adam al-Watsiq Billah. Pada periode 24 Maret 1956- 10 Juli 1959, ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Pekerjaan Umum.

Ketika menjabat Menteri Pekerjaan Umum, ia mencanangkan sejumlah proyek, seperti Proyek Waduk Riam Kanan di Kalimantan Selatan dan Proyek Waduk Karangkates di Jawa Timur. Kiprahnya di dunia perpolitikan Indonesia membuatnya mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Republik Indonesia melalui sejumlah jabatan strategis di pemerintahan. Atas jasa dan pengabdiannya itu pada 1973 Ir PHM Noor mendapatkan Anugerah Bintang Mahaputra Utama oleh Presiden Soeharto.

Gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Ir PHM Noor tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Banua. Ini membuktikan eksistensi, prestasi, karya, perjuangan serta kepoloporan putra asli banua begitu dihargai pemerintah pusat.

Namun kini, jiwa semangat kepahlawanan di negeri ini seperti telah tergerus. Banyak kepala daerah yang justru berubah menjadi penghianat jabatan, korupsi dan berlomba memperkaya diri dengan cara menilep uang negara. Hingga Oktober 2018, sudah ada 100 kepala daerah yang berurusan dengan KPK karena terlibat karupsi.

Pahlawan adalah mereka yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan daerah, tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok. Berjuang dan berkarya untuk kepentingan orang banyak. Bagi mereka, kekuasan atau jabatan yang diemban merupakan amanah, bukan untuk menunpuk kekayaan dan mengejar kekuasaan.

Semangat kepahlawanan Ir PHM Noor bisa menjadi motivasi bagi putra daerah, meneruskan perjuangnya dengan berlomba-lomba mengabdi dan berkarya demi kemajuan daerah dan bangsa tanpa harus korupsi. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved