Tragedi Kereta Viaduk Surabaya
Kisah Ibu dan Anak 3 Tahun yang Jadi Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara, Alami Patah Tulang
Tragedi kereta viaduk Jl Pahlawan saat teatrikal Surabaya Membara menewaskan beberapa orang, Jumat (9/11/2018) malam.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tragedi kereta viaduk Jl Pahlawan saat teatrikal Surabaya Membara menewaskan beberapa orang, Jumat (9/11/2018) malam.
Belakangan terungkap, salah satu korban tewas adalah seorang pelajar kelas 3 SD.
Korban tersebut adalah E (9), warga Jl Kalimas Barat, Surabaya.
E meninggal dunia setelah terjatuh dari viaduk yang ketinggiannya sekitar 5 hingga 7 meter.
Diduga, E terjatuh karena terdesak penonton lain yang panik saat kereta api lewat.
Baca: Jumlah Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara Bertambah, Data Sementara 10 Orang
Baca: Detik-detik Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara Terekam Kamera, Ini Videonya
Riati (42), nenek korban mengatakan, saat itu Erikawati bersama keluarganya menonton drama kolosal Surabaya Membara dari viaduk.
"Tadi berangkat mau nonton itu (Surabaya Membara) sama ibunya," ungkapnya di kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (9/11/2018).
Dia menjelaskan, ibu korban juga mengalami luka parah. Saat ini ibu korban berada di rumah sakit PHC Pelabuhan Perak Surabaya.
Baca: Habib Rizieq Sampaikan Pesan Terbuka ke Jokowi Jelang Pilpres 2019, Bahas Bendera Hingga Pencitraan
Baca: Penjelasan Bima Sakti Soal Hasil Timnas Singapura vs Indonesia & Kartu Merah Putu Gede
"Ibunya masih dirawat di rumah sakit," ucapnya.
Kondisi korban E mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang pada kedua kakinya.
Saat ini jenazah berada di kamar mayat RSUD dr Soetomo.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Innalilahi. Korban Tewas Tragedi Viaduk Jl Pahlawan Surabaya Masih Kelas 3 SD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tragedi-surabaya-membara.jpg)