Berita Banjar

Masyarakat Boleh Berjualan di Benteng Oranje Nassau Zona Tertentu

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim merumuskan zonasi Benteng Oranje Nassau

Masyarakat Boleh Berjualan di Benteng Oranje Nassau Zona Tertentu
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Benteng dan Tambang Oranje Nassau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Benteng Oranje Nassau di Pengaron Kabupaten Banjar salah satu cagar budaya yang dilindungi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim merumuskan zonasi Benteng Oranje Nassau, pada daerah tertentu membolehkan masyarakat sekitar berjualan atau berusaha.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim, Budhy Sancoyo disela membuka Focus Grup Discussion (FGD) Penetapan Zonasi Benteng Oranje Nassau di Novotel Banjarbaru, Jumat (8/11/2018) malam mengatakan, terlebih dulu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dengan adanya zona bukan pemerintah ingin memiliki cagar budaya tersebut, tetapi membatasi ruang tinggalan bangsa Belanda.

Dia menjelaskan, zona pertama adalah bangunan tinggalan, pada zona ini meyakinkan masyarakat jangan sampai merusak situs, bersama-sama melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengajak bicara.

Zona kedua adalah kawasan penyangga dari zona pertama, zona ketiga adalah pengembangan. Pada zona inilah pihaknya memperbolehkan masyarakat atau instansi terkait menjadikannya tempat usaha, seiring meningkatkan kunjungan di cagar budaya tersebut.

“Perlindungan cagar budaya dilakukan dengan menetapkan batas-batas keleluasaannya dan pemanfaatan ruang melalui sebuah sistem zonasi berdasarkan hasil kajian,” katanya.

Zonasi sendiri jelasnya, dalam UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya adalah penentuan batas-batas keruangan situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya sesuai kebutuhan.

Hasil rumusan kegiatan di Novotel itu akan dijadikan pijakan dalam melaksanakan kegiatan zonasi situs Oranje Nassau yang akan dilaksanakan pada 11 November hingga 24 November di Kecamatan Pengaron.

Upaya pelestarian dari BPCB Kaltim sejak 2013 sampai sekarang di situs Pengaron ini dengan menempatkan juru pelihara sebanyak dua orang yang bertugas di lapangan untuk merawat dan memelihara bangunan cagar budaya, melaksanakan kegiatan zonasi situs Oranje Nassau bekerjasama dengan Balai Arkeologi Kalsel dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar.

Salah satu bekas tambang batu bara pada masa pemerintahan Belanda di Kalsel berada di Desa Pengaron, dikenal dengan nama tambang batu bara Oranje Nassau. Pertambangan batu bara itu pertama kali dibuka oleh pemerintahan Hindia Belanda pada 28 September 1849, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Adam (1825-1857) Kesultanan Banjar, menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur bersama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Banjar.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved