Ekonomi dan Bisnis

Total Kredit Perbankan Kalsel Urutan Ketiga di Kalimantan

Peran intermediasi perbankan termasuk melalui kredit menjadi salah satu penggerak vital perekonomian di setiap daerah.

Total Kredit Perbankan Kalsel Urutan Ketiga di Kalimantan
banjarmasinpost.co.id/acm
Kegiatan nasabah di salah satu perbankan umum di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peran intermediasi perbankan termasuk melalui kredit menjadi salah satu penggerak vital perekonomian di setiap daerah.

Begitu pula di Kalimantan, perbankan menjadi penggerak ekonomi dengan kucurkan kredit ke berbagai sektor.

Hingga triwulan kedua Tahun 2018, total kredit di Kalimantan Selatan (Kalsel) berada di angka Rp 64 triliun lebih.

Menurut Kepala Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Regional IX Kalimantan, M Nurdin Subandi, nilai ini menjadikan Kalsel berada di urutan ketiga pada nilai besaran kredit dibanding Provinsi lainnya di Kalimantan.

Dimana pada posisi pertama ditempati Kalimantan Timur (Kaltim) yang digabung dengan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total kredit Rp 119 triliun lebih.

Baca: Cara Buat Stiker Whatsapp Dari Foto Pribadi, Fitur Baru Whatsapp yang Sedang Tren

Baca: Acil Mantili Bahagia Bersanding dengan Riswan, Satu Minggu Berkenalan, Langsung Menikah

Baca: Ternyata Pemain Sinetron Claudio Martinez Positif Pakai Ganja

Baca: Album Love Yourself: Answer BTS Ini Pecahkan Rekor, Segini Jumlah Penjualannya

Baca: Luna Maya Ngaku Pada Hotman Paris Pernah Tolak Ajakan Kenalan dari Seorang Pejabat

Selanjutnya disusul Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan total kredit mencapai lebih dari Rp 74 triliun dan di posisi terakhir Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan nilai total kredit Rp 51 triliun.

Menurut M Nurdin Subandi, urutan nilai total kredit tersebut sejalan lurus dengan total aset dan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun industri perbankan di masing-masing Provinsi.

Dimana Kaltim dan Kaltara berada di posisi puncak dengan nilai aset Rp 98 triliun, Kalbar lebih dari Rp 63 triliun, Kalsel di urutan ketiga dengan nilai aset Rp 57 triliun lebih dan terakhir Kalteng Rp 28,3 triliun.

"Semakin besar aset dan DPK semakin besar pula peran kredit nya," kata M Nurdin Subandi.

Hingga saat ini, di sudah ada lebih dari 600 jaringan perbankan baik perbankan umum, perbankan umum syariah maupun bank perkreditan rakyat (BPR) dan BPR Syariah.

Yaitu ada 27 perbankan umum dengan total 543 jaringan kantor, 7 perbankan umum syariah dengan 43 jaringan kantor, 26 BPR dengan 34 jaringan kantor dan 1 BPR Syariah dengan 2 jaringan kantor.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved