Berita Kabupaten Banjar

Ini Pernyataan Pihak RS Ratu Zalecha Terkait Penanganan Pasien Diduga Keracunan Gas CO

Para korban diduga keracunan gas hingga siang ini masin menjalani perawatan di RS Daerah Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, Sabtu (10/11).

Ini Pernyataan Pihak RS Ratu Zalecha Terkait Penanganan Pasien Diduga Keracunan Gas CO
Kiriman Humas RSUD Ratu Zalecha Martapura
Korban keracunan gas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Para korban diduga keracunan gas hingga siang ini masin menjalani perawatan di RS Daerah Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, Sabtu (10/11).

Tim medis IGD RS Ratu Zalecha setelah melakukan observasi 10 siswi SMPN 1 Gambut itu keracunan gas Carbon Monoksida (CO)

Direktur RS Ratu Zalecha, dr Topik Norman Hidayat mengatakan, pukul 06.30 Wita, pihaknya menerima 10 pasien korban keracunan CO.

Setelah diadakan observasi di IGD, terhadap seluruh pasien perlu di rawat inap karena perlu masih dalam pengawasan, dan sekarang telah dirawat di ruang perawatan paru Al-Hakim.

Keadaan korban saat ini, satu orang dalam keadaan gawat darurat, sedangkan 9 pasien dalam keadaan perbaikan klinis dengan kondisi yang stabil dan membaik.

Baca: Model Gebby Vesta Ancam Lucinta Luna karena Tak Bayar Royalti Lagu Bobo Dimana

Baca: Pascamenikah, Maia Estianty Kunjungi Usaha Milik Irwan Mussry, Pegawai Ungkap Sikap Maia

Baca: BKN Umumkan Kisi Kisi Soal SKB Jelang Pengumuman Hasil Tes SKD di Tes CPNS 2018

Baca: Ustadz Abdul Somad Bicara Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini Ritual yang Diharamkan

Ada empat dari 9 pasien tersebut yang apabila dalam 2 x 24 jam kondisi pulih maka pasien boleh pulang.

Lima pasien dari 9 pasien tersebut apabila dalam 1 x 24 jam kondisinya pulih maka pasien boleh pulang.

Satu orang pasien perlu perawatan yang lebih intens dan bisa lebih lama dari pasien yang lain.

“Tindakan yang dilakukan adalah, sekarang seluruh pasien dalam penanganan dokter spesialis paru dr Hendra Agus Setiawan. Dilakukan tindakan oksigenisasi dengan menggunakan pantri mask agar meningkatkan tekanan oksigen untuk mengeluarkan karbon monoksida tersebut,” katanya, Sabtu (10/11).

Dia menjelaskan, untuk 10 pasien adalah akibat kebanyakan menghirup CO, dimana CO memiliki daya ikat 200 sampai 300 lebih besar dari O2 maupun lainya.

Beruntung, pasien dibawa ke rumh sakit dengan cepat, sehingga bisa diberikan penanganan yang aebenar.

Ahli spesialis paru di RS Ratu Zalecha yang menangani, dr Hendra Agus Setiawan menerangkan bahaya mengunakan atau menyalakan genset, kendaraan bermotor dan lainnya sejenis di dalam ruangan tertutup karena menghasilkan CO yang bisa menyebabkan keracunan seperti kasus yg terjadi.

Dikarenakan CO ini sendiri tidak berbau, berbentuk dan hampir sama dengan O2, namun jika memiliki gejala yang pusing, lemas, muntah dari seluruh orang yang ada di ruangan, maka segera keluar dari ruangan tersebut dan segera bawa ke RS terdekat.

(Banjarmasinpos.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved