Opini Publik

Mencari Nuansa Baru Hari Pahlawan

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani

Mencari Nuansa Baru Hari Pahlawan
dokumen
Pahlawan Nasional berasal dari Kalimantan Selatan. 

Oleh: Muhammad Rizky Ad’ha SPd
Guru SMAN 1 Kusan Hilir Pagatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan secara nasional di seluruh Indonesia. Bentuk penghargaan ini berdasarkan fakta historis melalui peristiwa pertempuran Surabaya, dimana Bung Tomo dan para pejuang lainnya mengobarkan semangat mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu muncul berbagai polemik sekitar isu pemberian gelar pahlawan, ini tentunya menjadi topik yang menarik diperbincangkan. Menilik pemberian gelar pahlawan adalah sebuah kepantasan dan kelayakan yang dinilai dari sepak terjangnya dalam membawa sebuah perubahan besar bagi orang disekitarnya.

Pro-kontra mengenai pemberian gelar pahlawan seperti adanya beberapa kelompok yang ingin mengusulkan kepada salah seorang tokoh nasional untuk diberi gelar pahlawan, sementara kelompok lain menolaknya, karena dianggap belum memenuhi kriteria sebagai seorang pahlawan. Setiap pejuang yang sudah berkorban tentunya merupakan pahlawan bagi kita semua, tanpa melihat dari latar belakang suku, agama maupun ras sekalipun.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta phala-wan. Arti dari istilah Sanskerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama. Jika kita merujuk kata pahlawan dalam KBBI, maka menjadi pahlawan adalah hal yang memungkinkan bagi seseorang, bahkan siapa pun yang berjuang dalam membela kebenaran bisa menempati posisi sebagai seorang pahlawan. Pahlawan adalah gelar untuk orang yang dianggap berjasa terhadap orang banyak dan berjuang dalam mempertahankan kebenaran.

Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk menmperoleh kemerdekaannya. Seorang pahlawan berjuang karena mencintai negeri dan tanah tumpah darahnya. Dalam bahasa Inggris pahlawan disebut “hero” yang diberi arti satu sosok legendaris dalam mitologi yang dikaruniai kekuatan yang luar biasa, keberanian dan kemampuan, serta diakui sebagai keturunan dewa.

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964 tentang penetapan, penghargaan, dan pembinaan terhadap pahlawan Bab I Pasal 1, yang dimaksud dengan pahlawan dalam peraturan ini adalah sebagai berikut; Pertama, Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa penjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa. Kedua, Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridai dalam keadaan hidup sesudah melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela negara dan bangsa dan dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacat nilai perjuangan karenanya.

Berbagai kategori pahlawan tergantung dengan prestasi yang disumbangkannya, seperti pahlawan kemanusiaan, pahlawan nasional, pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan proklamasi, pahlawan tanpa tanda jasa, dan lain sebagainya. Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.

Pahlawan Milenial
Generasi milenial sekarang mempunyai tantangan yang sangat berat dalam mencari makna dari kata “pahlawan”. Tuntutan perkembangan zaman yang semakin kompleks, baik berupa kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga turut memberi andil tergerusnya semangat hari pahlawan dewasa ini.

Mereka hanya dijejali pengetahuan sejarah ketika di bangku sekolah saja. Setelah selesai menamatkan pendidikan di bangku sekolah, maka pengetahuan sejarah yang didapatkan semasa sekolah bakal menguap begitu saja. Ketika ditanya siapa saja nama-nama pahlawan di daerah tempat tinggalnya sendiri, maka hanya beberapa saja yang tahu, kebanyakan ada juga yang mengaku tidak mengetahui sama sekali. Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bukan hanya terpusat kepada guru pengajar sejarah di sekolah sebagai sumber informasi.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved