Berita Tanahlaut

Sebelum ke Kalteng, Penari Cilik Ini Unjuk Kebolehan Dulu di TRH Taman Kijang Mas

Aksi itu dilakukan sebelum rombongan penari itu bertolak menuju Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebelum ke Kalteng, Penari Cilik Ini Unjuk Kebolehan Dulu di TRH Taman Kijang Mas
mukhtar wahid
Penari cilik binaan Sanggar Galuh Pelaihari berfoto bersama sebelum bertolak untuk pertukaran budaya di halaman parkir RTH Taman Kijang Mas Permai, Sabtu (10/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lima penari cilik binaan Sanggar Galuh Pelaihari unjuk kebolehan menari di halaman parkir RTH Taman Kijang Mas Permai Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Sabtu (10/11/2018).

Aksi itu dilakukan sebelum rombongan penari itu bertolak menuju Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Meski sebentar menari, mereka mengundang kekaguman para pengunjung RTH Kijang Mas Pernai dan warga yang sedang bersantai di Jalan Kolonel Soepirman, Desa Atuatu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

Baca: KemenPAN RB Janjikan Solusi Bagi Peserta Tak Lolos Tes SKD Karena Passing Grade Tes CPNS 2018

Warga kagum karena bocah masih kecil sudah pandai menari dan menampilkan tarian klasik Banjar bernama Radap Rahayu. Tarian itu disebut sebagai persembahan dan menyambut para tamu yang berkunjung.

Freddy, mengaku putri terlibat dalam kegiatan Sanggar Galuh Pelaihari karena melihat bakat dan minat anaknya suka menari.

Baca: Bawa Kayu Ulin, Truk Terbalik Usai Hantam PJU di Jalan A Yani Paringin

"Saya melihat anak saya suka menari. Makanya disalurkan melalui Sanggar Galuh Pelaihari. Ini kali pertama saya ikut menemani ke Kapuas," katanya.

Pengasuh Sanggar Galuh Pelaihari, Maulidah Ari, menjelaskan kegiatan itu merupakan ekspos tahunan sekaligus melaksanakan program yang sudah berjalan Selama Lima tahun ini.

"Kegiatan di Kapuas pertukaran budaya. Ada empat kelompok penari yang ditampil, yaitu tari Baksa Kembang, tari Diang Injut dan tari Linggang Banua dan tari klasil Banjar kreasi. Ini tujuannya melatih penari cilik kami berani tampil," katanya.

Baca: Tabrak Kios dan Tiang Listrik, Mobil Ringsek, Kasat Lantas: Sopirnya Bahkan Tak Alami Lecet

Sanggar Galuh Pelaihari, ungkapnya sudah terkenal dan menjadi ikon mencetak para penari cilik. Itu karena sudah komitmen mengenalkan tradisi budaya sejak usia dini.

Kegiatan pertukaran budaya di Kabupaten Kapuas itu diakui berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, seperti Dinas Pariwisata Tanahlaut dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kapuas.

Selain itu, dukungan juga diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut dan sponsor dari perusahaan lokal di Kabupaten Tanahlaut.

"Saya berharap kunjungan kami di Kapuas itu akan menambah pengetahuan para anak asuhnya. Itu karena penari dewasa juga terlibat dalam kegiatan tersebut," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved