Tragedi Kereta Viaduk Surabaya
Tangis Harijanto Temukan Anaknya yang Tak Pulang Jadi Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara
Tangis Harijanto Temukan Anaknya yang Tak Kunjung Pulang Jadi Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara
BANJARMASINPOST.CO.ID - Achmad Harijanto, warga Karang Tembok Surabaya menemukan anaknya yang tak kunjung pulang menjadi salah satu korban tragedi kereta Surabaya Membara.
Seperti diketahui insiden berdarah di viaduk Jalan Pahlawan saat menonton pagelaran drama kolosal Surabaya Membara yang berlokasi di depan kantor Gubernur Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018).
Kekhawatiran Achmad Harijanto semakin memuncak ketika mendengar tragedi kereta Surabaya Membara dari atas viaduk. Serta teman anaknya, Helmi Surya Wijaya (13) sudah terlihat pulang ke rumah masing-masing.
Sebelumnya, anak bungsunya itu pamit menonton drama kolosal Surabaya Membara Jumat malam.
Bapak tiga anak merasa tidak seperti biasanya Helmi pulang terlambat malam itu. Seingatnya, Helmi berangkat nonton drama kolosal Surabaya Membara, karena diajak temannya.
Baca: Update Jumlah dan Identitas Korban Tewas dan Luka Dari Tragedi Kereta Surabaya Membara
Baca: Kronologi Detik-detik Penonton Surabaya Membara Tertabrak Kereta Api, 3 Tewas 20 Orang Luka
Baca: Kronologi Tragedi Kereta Surabaya Membara Diungkap Kapolrestabes, Kondisi Tubuh Korban Terbelah
Baca: Daftar Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara Bertambah Lagi, Kapolrestabes : 3 Meninggal
Baca: Alasan Panitia Surabaya Membara Tetap Melanjutkan Teatrikal Walau Ada Korban Tragedi Kereta
Akhirnya pihak keluarga memutuskan mencarinya.
Pukul 01.14 WIB, ia mencoba mendatangi kamar mayat RSUD Dr Soetomo untuk memastikan keberadaan anak bungsunya itu.
"Dia tidak pulang-pulang. Terus saya cari gitu lho mas," katanya pada awak media.
Helmi diidentifikasi mengalami luka fatal di bagian perut akibat terlindas oleh kereta api. Di mata keluarga, siswa kelas 1 SMPN 44 Surabaya itu dikenal pendiam.
"Anaknya ini gak pernah keluar, diem terus," pungkas Harijanto seraya menjabat tangan awak media yang meliputnya untuk berpamitan.

Hal serupa dirasakan Sahluki (41) yang berlinang air mata di hadapan jenazah putrinya, Erikawati (9) di ruangan kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Sabtu (10/11/2018) dini hari.
Pandangan Sahluki sendu melihat jenazah Erikawati yang ditutup kain itu. Dia pasrah terkait musibah yang merenggut nyawa putri kedua itu.
Erikawati tewas dalam insiden berdarah di viaduk Jalan Pahlawan saat menonton pagelaran drama kolosal Surabaya Membara yang berlokasi di depan kantor Gubernur Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018).
Sahluki menceritakan detik-detik insiden ketika Kereta Api melintas di viaduk Jl Pahlawan.
Saat itu, dia bersama istrinya Liana (37) dan Erikawati menonton Surabaya Membara dari atas viaduk.