Musibah di Perkemahan Pramuka

10 Putri Keracunan Asap Genset, Pemberi Pertolongan Sempat Salah Pencet Tombol Off

Entah apa yang terjadi jika Indra Kusuma dan dua temannya tidak pergi ke tenda yang ditempati anggota Pramuka putri dari SMPN 1 Gambut.

10 Putri Keracunan Asap Genset, Pemberi Pertolongan Sempat Salah Pencet Tombol Off
BPost Cetak
BPost Cetak edisi Minggu (11/11/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Entah apa yang terjadi jika Indra Kusuma dan dua temannya tidak pergi ke tenda yang ditempati anggota Pramuka putri dari SMPN 1 Gambut.

Mungkin 10 orang yang ada dalam tenda tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

Mereka semuanya sudah dalam keadaan lemas, muntah-muntah, dan mulut berbusa saat Indra Cs datang.

“Waktu itu, Sabtu sekitar pukul 03.00 Wita, saya bersama Ahmad Hafi Badali dan Rizki Pramata mau pinjam ember untuk mandi. Kami kaget, teman-teman kami dalam keadaan muntah-muntah, sebagian mulut mengeluarkan busa dan kondisi badan mereka lemas,” ujar Indra saat di depan IGD RS Ratu Zalecha.

Melihat kondisi teman-temannya tersebut, Indra langsung memanggil panitia.

Baca: Nia Ramadhani Hampir Kecelakaan Tertimpa Plafon, Begini Reaksi Nia

Baca: Viral - Begini Cara Pramugari Ini Tutup Bagasi Kabin Pesawat, Gunakan Kaki dan Terlihat Unik

Baca: Inilah Daftar Nama 79 Jenazah Korban Lion Air JT 610 yang Berhasil Diidentifikasi

Namun sebelum memanggil panitia, Indra bersama dua rekannya langsung mematikan genset yang masih hidup.

“Kami lihat dalam tenda ada mesin genset. Genset itu masih dalam keadaan hidup. Kami pun langsung mematikannya. Kami sempat salah memencet tombol off di mesin genset,” ujarnya.

Setelah mendapat laporan, panitia Perkemahan Besar Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Kabupaten Banjar 2018 berlarian ke tenda siswi SMPN 1 Gambut.

Mereka langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Kemudian panitia membawa para korban ke IGD RS Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar menggunakan mobil dari Emergency Banjar Response, PMI Kabupaten Banjar, PMI Kota Banjarbaru dan KSR PMI Unit Akper Intan Martapura.

Para korban dilarikan ke IGD RS Ratu Zalecha adalah Eva Maka Suci, Heney, Nur Syifa Ramadani, Nur Rivdah Putri Ananda, Nur Adela Putri, Alya Syifa, Shinta Ammelia Hapsari, Aniuridha, Arbainah, dan Nur Alfalah Amanda Putri.

Tak lama berselang, para orangtua berdatangan ke IGD RS Ratu Zalecha, termasuk dari panitia, kepala sekolah dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Abdul Ghani Fauzi.

Masing orangtua mendamping anaknya selama dalam masa perawatan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved