Berita Kabupaten Banjar

Atasi Air Sungai Tak Lagi Bersih, Warga Desa Telokselong Bangun ini

Namun air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi, serta kehidupan masyarakatnya masih tergolong perekonomian menengah kebawah.

Atasi Air Sungai Tak Lagi Bersih, Warga Desa Telokselong Bangun ini
TPID
Proses persiapan pemasangan sumur bor berskala desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tidak kurang dari lima puluh persen Warga Desa Teluk selong bertempat tinggal di bantaran sungai Martapura, dengan mengandalkan kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) dari air sungai.

Namun air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi, serta kehidupan masyarakatnya masih tergolong perekonomian menengah kebawah.

Kepala Desa Teluk selong, Lukmanul Hakim mengatakan, walaupun di desanya sudah ada aliran PDAM, namun karena kondisi ekonomi masyarakat yang masih banyak menengah kebawah, sehingga belum mampu memasang aliran air bersih dari perusahaan daerah itu ke rumahnya.

Baca: Link Live Streaming Trans 7 & Jadwal Siaran Langsung MotoGP Valencia 2018

"Aliran sungai di Desa Teluk selong sudah kurang bersih, sehingga tidak layak lagi dikonsumsi. Jumlah penduduk sekitar 1.396 jiwa terdiri dari tiga RT," katanya, Minggu (11/11).

Baca: Ini Penampakan Mobil Hemat Energi Terbaru Karya Mahasiswa Fakultas Teknik ULM

Melihat kondisi demikian, pihaknya dengan menggunakan dana desa tahun 2016 dan 2017 melakukan inovasi dengan membuat sumur bor untuk pengelolaan air bersih. Sedikitnya ada 10 titik pengolahan air bersih, dengan jumlah pemanfaatan di 266 rumah warga.

Langkah-langkahnya yakni mulai dari pembuatan sumur bor, pembuatan tempat tandon, pemasangan pipa dari tandon ke rumah, pemasangan mesin pompa serta pemasangan meter listrik. Dengan adanya air bersih skala desa ini, maka sangat besar manfaatnya untuk warga desa, terutama untuk kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan masyarakat kurang mampu jadi terbantu.

Baca: Link Live Streaming O Channel Sriwijaya FC Vs Barito Putera Liga 1 2018 Malam Ini

"Satu RT kami buat dua titik, merupakan inovasi warga desa untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi," tambah Lukmanul Hakim.

Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa, Himah mengatakan, inoovasi Desa Telukselong membuat sumur bor berskala desa ini karena memang sudah menjadi tuntutan warga untuk bisa mendapatkan air bersih. Pihaknya akhirnya berinovasi dengan merumuskan membuat sumur bor tersebut.

"Pemerintah desa melalui pengelolanya membuat kesepatakan melakukan pungutan di setiap penggunaan air bersih skala desa, satu bulan sekali, yang mana nantinya digunakan untuk biaya pemeliharaan," katanya.

Perempuan yang juga aktif di Emergency Banjar Rescue itu menjelaskan, masyarakat Desa Telukselong Kecamatan Martapura Barat tentunya sangat terbantu dengan adanya pengelolaan air bersih sumur bor berskala desa, sehingga mereka tidak menggunakan air sungai lagi untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Baca: Link Live Streaming Indosiar Arema FC Vs Perseru Serui Liga 1 2018 Sore Ini

"Ini juga menjadi alternatif warga mendapatkan air bersih yang tidak mampu untuk melakukan pemasangan PDAM. Tentu menjadi harapan kami agar masyarakat setempat menjaga kebersihan sungai di Desa Telukselong," tambahnya.

Kasubag Humas PDAM Intan Banjar, Untung Hartaniansyah mengatakan, untuk pemasangan sambungan baru syaratnya fotokopi KTP, mengisi formulir pendaftaran, biaya pendaftaran Rp 10 ribu dan materai Rp 6.000 satu lembar serta gambar denah lokasi rumah.

Sedangkan untuk biaya jasa pemasangan sambungan baru standar biayanya Rp 1.372.500 ditambah biaya tambahan seperti tambahan panjang pipa, bongkar beton, solongan dan lainnya.

Terkait pemasangan sambungan baru untuk warga kurang mampu ditambahkan Untung, ada dari Dinas PUPR nama programnya yakni MBR, sepengetahuannya gratis biaya pemasangan. Sedangkan dari PDAM biasanya hanya memberikan diskon, namun saat ini belum ada promo. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved