Pembudidaya Buah Langka di Balangan

Hanif Sudah Kumpulkan 160 Jenis Tanaman Buah Langka Asli Kalimantan

Untuk melestarikan tanaman buah langka yang didapatkannya, Mohamad Hanif Wicaksono membentuk Program Tunas Meratus sejak 2012.

Hanif Sudah Kumpulkan 160 Jenis Tanaman Buah Langka Asli Kalimantan
foto-foto dok/hanif wicaksono
Mohamad Hanif Wicaksono pengoleksi dan pembudidaya tanaman buah langka di Balangan saat menemukan tanaman baru di Hutan Pegunungan Meratus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Untuk melestarikan tanaman buah langka yang didapatkannya, Mohamad Hanif Wicaksono membentuk Program Tunas Meratus sejak 2012.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Hanif mengungkapkan, bahwa dalam program ini fokus mengumpulkan, mendokumentasikan, membibitkan, dan membudidayakan tanaman buah asli Kalimantan.

Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian sumber daya plasma nutfah Kalimantan.

Profesinya sebagai Penyuluh Keluarga Berencana di wilayah terpencil yaitu Desa Marajai Kecamatan Halong Kabupaten Balangan ini membuatnya sering keluar masuk hutan untuk mencari dan mendapatkan informasi dari masyarakat setempat yang ditemui.

"Saya selalu menanyakan kepada masyarakat adat serta tokoh dayak, setiap buah atau bibit buah yang saya temukan wajib saya dokumentasikan serta sambil belajar secara otodidak mengenai jenis tanaman yang ditemui di hutan," katanya.

Baca: Pembudidaya Buah Langka di Balangan, Awalnya Penasaran Karena Buahnya Tak Ada di Jawa

Menurutnya, dari proses belajar tersebut menjadi tahu sejumlah buah-buah langka khas Kalimantan yang hampir punah, misalnya buah kasturi, keberadaannya hampir punah dan sulit di temui.

Menurut penelusurannya, Kalimantan tidak memiliki kebun khusus kasturi, malah kasturi dikembangkan oleh negara lain seperti Malaysia hingga California Amerika Serikat.

Mohamad Hanif Wicaksono pengoleksi tanaman buah langka di Balangan memperlihatkan salah satu buah langka di Pegunungan Meratus, Balangan.
Mohamad Hanif Wicaksono pengoleksi tanaman buah langka di Balangan memperlihatkan salah satu buah langka di Pegunungan Meratus, Balangan. (foto-foto dok/hanif wicaksono)

"Hal ini semakin memotivasi saya untuk terus membudidayakan tanaman buah langka, kini halaman dekat rumah saya ubah jadi kebun pembibitan," ungkapnya.

Masih disampaikannya, sejak memulai Program Tunas Meratus dan sudah menjelajahi enam kabupaten di Kalsel setidaknya sudah ada 160 jenis bibit tanaman buah langka yang didapatkan. (banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved