Berita Hulu Sungai Tengah

Pedagang Sulit Diatur, Satpol PP THST erpaksa Bongkar Lapak PKL di Trotoar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, Hulu Sungai Tengah terpaksa bertindak tegas, Minggu (11/11/2018).

Pedagang Sulit Diatur, Satpol PP THST erpaksa Bongkar Lapak PKL di Trotoar
banjarmasin post group/ hanani
Satpol PP mengangkut barang berupa bangku kecil, kursi dan peti dan keranjang buah dan sayur milik pedagang, yang sudah beberapa kali diperingatkan agar tak berjualan di pinggir jalan dan di atas trotoar lag, namun tetap bandel, MInggu (11/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, Hulu Sungai Tengah terpaksa bertindak tegas. Ratusan meja kecil milik pedagang sayur dan buah yang masih menempati tepi jalan Pasar Hanyar dan trotoar, terpaksa ditertibkan, Minggu (11/11/2018).

Mereka yang ngotot tak mau beranjak dari lokasi tersebut, perlengkapannya dimasukkan ke dalam dua unit truk, lalu di angkut ke TPA di Desa Telang, Kecamatan Batangalai Utara.

Para pedagang hanya bisa pasrah, meski ada yang mencoba melawan sambil ngomel-ngomel. Namun, proses pembersihan trotoar dan jalan yang masih ditempati pedagang, tetap dilakukan, di dampingi anggota Kodim 1002 Barabi dan anggota Polres HST. 

Minggu merupakan hari keempat penertiban, setelah Sekda HST menargetkan semua pedagang sayur, buah dan ikan yang terdata sebagai pedagang eks pasar angobisnis lama harus masuk ke dalam bangunan Pasar Modern.

Namun sampai sore tadi, belum ada pedagang yang masuk untuk berjualan, di bangunan baru, yang dibangun Pemkab HST dengan dana APBD senilai  sekitar Rp 55 miliar tersebut.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Final Fuzhou China Open 2018, Marcus/Kevin vs He Jiting/Tan Qiang

Baca: Tragedi Kereta Surabaya Membara Ungkap 5 Fakta, Teriakan MC Hingga Korban Tak Bisa Menghindar

Baca: BKN Umumkan Kisah Peserta CPNS 2018 yang Kontraksi, 60 Menit Jawab Soal dan Lolos Passing Grade

Mereka beralasan tak mau masuk, selama ada pedagang dengan jenis jualan yang sama, berjualan di luar bangunan. Pemkab sendiri, telah berupaya memberikan pengertian kepada para pedagang, agar menaati apa yang sudah direncanakan.

Sebelumnya, tim menjelaskan, demi tertibnya pemindahan, mereka yang sudah terdata punya petak di dalam pasar Agrobisnis, harus segera menempatinya.

Selanjutnya, mereka yang tak terdata, atau tak mendapat petak akan diberikan solusi lain. Namun, hal tersebut tak diindahkan sejumlah pedagang. Hanya ada beberapa pedagang masuk, namun belum berjualan dan hanya menaruh barang,

Mereka kembali keluar, jika tak ada yang mengawasi. “Padahal, kalau mereka taat, memudahkan kami melakukan pengaturan. JIka sudah tertib, merekapun bisa berjualan dengan tenang dan pembelipun juga kembali mudah berbelanja,”kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, yang juga koordinator tim penertiban.

Mengenai adanya usul, agar pedagang yang tak mau masuk ke dalam bangunan agar haknya diberikan saja kepada pedagang lain yang bersedia masuk, Pandiansyah mengatakan pihaknya akan menyampaikan kepada tim.  Sementara itu, Fitri salah satu pedagang sayur dari Desa Kayu BAwang menyesalkan sikap teman-temannya sesama pedagang yang tak mau mengikuti aturan pemerintah.

Padahal, kata Fitri, jika pedagang terdata itu masuk ke dalam, tentu kondisinya tak seperti saat ini. Saat ini, pedagang berjualan tak menentu lokasinya. Jika tak ada Satpol PP dan ti penertiban mereka kembali berjualan di trotoar dan pinggir jalan.

Baca: Thailand Juara! Hasil Akhir Timnas Thailand vs Malaysia di Final Piala AFF Futsal 2018 - Skor 4-2

Baca: Hasil Arema FC vs Perseru di Liga 1 2018 - Skor 2-0 di Babak Pertama, Makan Konate & Dendi Santoso

Sementara pedagang lainnya, ada yang berjualan di halaman depan, belakang dan samping bangunan pasar agrobisnis modern. “Kalau seperti ini kan, tak hanya pedagang yang susah, tapi juga pembeli. Saya sendiri tak terdata  sebagai pedagang yang punya petak di dalam. Seandainya saya terdata, saya siap saja masuk ke dalam bangunan,”kata Fitri.

Pedagang sayur lainnya, Isnawati dari Desa Paya, Kecamatan Batangalai Selatan. Dia mengaku sudah puluhan tahun berjualan sayur di pasar agrobisnis lama, tapi juga tak terdata. Dia berharap, pedagang yang terdata segera dimasukkan ke dalam bangunan pasar, sedangkan pedagang tak terdata sementara menempati bagian luar samping bangunan.

“Yang penting kan tidak di pinggir jalan dan tidak di atas trotoar.  Soal selanjutnya kami ditempatkan di mana, kan biasa diatur belakangan,”kata Isnawati. Selama penertiban belum selesai, menurutnya, pihaknya menjadi tak tenang berjualan. “Kami berharap, pemerintah bisa cepat mengatasi masalah ini,”pungkasnya.

Sementara itu, khusus untuk para pedagang  ikan yang tak mendapatkan petak berjualan di pasar agrobisnis modern Barabai, Pemkab HST telah memberikan solusi, yaitu menempati bangunan los ikan lama yang berdekatan dengan pedagang ayam. “Tempatnya, sangat cukup, di  los ikan dan ayam. Tak ada alasan jika dibilang tempatnya tak layak,”kata Pandiansyah. Pedagang ikan yang menempati eks lahan SPBU pun sejak pagi tadi menempati lokasi tersebut, termasuk pedagang ayam. Namun, para pedagang ikan dan ayam meminta, agar pemerintah melakukan pengawasan, agar jangan sapai ada yang berjualan di luar area lagi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved