Pembudidaya Buah Langka di Balangan

Pembudidaya Buah Langka di Balangan, Awalnya Penasaran Karena Buahnya Tak Ada di Jawa

Keberadaan tamanan buah langka ini harus ia cari dan ambil didalam hutan yang cukup jauh, terutama di daerah perkampungan meratus seperti di Halong.

Pembudidaya Buah Langka di Balangan, Awalnya Penasaran Karena Buahnya Tak Ada di Jawa
HO/foto-foto muhammad hanif wicaksono
Mohamad Hanif Wicaksono pengoleksi tanaman buah langka di Balangan dengan beberapa jenis buah durian khas daerah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Seorang pemuda bernama Mohamad Hanif Wicaksono yang merupakan Penyuluh Keluarga Berencana di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, ini rupanya memiliki hobi unik yaitu mengoleksi tanaman buah langka.

Tak hanya mengoleksi saja, Hanif panggilan akrabnya merupakan pria kelahiran Blitar Jawa Timur ini juga membudidayakan tamanan buah langka yang didapatkannya.

Bukan perkara mudah, keberadaan tamanan buah langka ini harus ia cari dan ambil didalam hutan yang cukup jauh, terutama di daerah perkampungan meratus seperti di Halong.

Kepada banjarmasinpost.co.id Hanif menceritakan awal ketertarikan dirinya dalam membudidayakan tanaman buah langka.

Baca: Marc Marquez Nobatkan MotoGP Thailand 2018 Sebagai Seri Balapan Terbaik, Ini Alasannya

Baca: Jadwal Final Fuzhou China Open 2018 - Marcus/Kevin Diadang Wakil Tuan Rumah He Jiting/Tan Qiang

"Awalnya saya menemukan buah-buah yang tidak pernah saya lihat di jawa, seperti buah Limpasu yaitu sejenis mangga yang bentuknya kecil namun rasanya mirip kedondong, selain itu ada buah Lahung, sejenis durian yang kulitnya berwarna merah, mulai dari inilah saya penasaran terus berupaya mencari tahu," ceritanya.

Berbekal berkomunikasi dengan warga setempat, ternyata warga setempat juga banyak yang tidak tahu akan keberadaan buah langka tersebut, sehingga diwaktu akhir pekan dijadwalkannya untuk keluar masuk hutan mencari bibit tanaman buah langka tersebut.

"Saya tertarik setiap akhir pekan dikhususkan untuk mencari dengan niat menyelamatkan serta mengenalkan buah asli Balangan dan Kalimantan Selatan," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved