Musibah di Perkemahan Pramuka

Salah Seorang Korban Keracunan yang Dilarikan ke IGD Merupakan Pendamping

SEBANYAK 892 orang Pramuka dari 48 sekolah, termasuk SMPN 1 Gambut, mengikuti Perkemahan Besar Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Kabupaten Banjar

Salah Seorang Korban Keracunan yang Dilarikan ke IGD Merupakan Pendamping
BPost Cetak
BPost Cetak edisi Minggu (11/11/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - SEBANYAK 892 orang Pramuka dari 48 sekolah, termasuk SMPN 1 Gambut, mengikuti Perkemahan Besar Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Kabupaten Banjar 2018 di Lembaga Pendidikan Pramuka (Lemdika) Sungaiulin Banjarbaru.

Kegiatan ini digelar dari tanggal 9 sampai 11 November 2018.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Abdul Ghani Fauzi, saat ditemui di ruang IGD RS Ratu Zalecha mengatakan dia menghadiri acara pembukaan sekaligus membuka acara Perkembahan Besar Pramuka Penggalang Kwartir Banjar 2018 ini.

“Rencananya akan ditutup Minggu (12/10) sekitar pukul 15.00 Wita,” ujarnya.

Baca: Nia Ramadhani Hampir Kecelakaan Tertimpa Plafon, Begini Reaksi Nia

Baca: Pascamenikah, Maia Estianty Kunjungi Usaha Milik Irwan Mussry, Pegawai Ungkap Sikap Maia

Baca: Masih Berseteru dengan Dewi Perssik, Rosa Meldianti Bicara Masalah Karma

Ghani mengaku dia langsung ke rumah sakit setelah menerima laporan ada peserta dan satu pendamping diduga keracunan gas.

“Rencana menghadiri upacara Hari Pahlawan terpaksa saya urungkan. Saya ingin melihat langsung kondisi para korban,” ujarnya.

Kejadian ini, kata Ghani, menjadi catatan penting bagi panitia agar tidak terulang dikemudian hari.

"Saya berterima kasih kepada panitia dan pendamping yang cepat melakukan evakuasi terhadap korban. Ini merupakan musibah,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Gambut, H Samederi, menyayangkan kejadian tersebut terjadi.

“Saya menerima laporan, pendamping tidak diperbolehkan ikut oleh panitia, bahkan disuruh pulang,” ujarnya.

Samederi mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah.

“Pendamping agar benar-benar mendampingi dan melihat kesiapan panitia penyelenggara. Kalau-kalau terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ini," ujarnya.

Panitia kegiatan, Gapuri, mengatakan tidak benar pihaknya tidak memperbolehkan pendamping ikut bersama peserta.

“Salah satu korban yang dilarikan ke IGD RS Ratu Zalecha adalah pendamping,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved