Pembudidaya Buah Langka di Balangan

Sesat Di Hutan Sampai Lidah Mati Rasa Selama Tiga Hari Gara-gara Mencari Tanaman Buah Langka

Di Marajai juga ada buah tanaman langka yang dilindungi undang-undang, sampai tiga jam perjalan kehutan mulai dari desa baru menemukan tanamannya.

Sesat Di Hutan Sampai Lidah Mati Rasa Selama Tiga Hari Gara-gara Mencari Tanaman Buah Langka
foto-foto dok/hanif wicaksono
Mohamad Hanif Wicaksono bersama warga Balangan memperbanyak bauah langka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Bukan hal mudah bagi Mohamad Hanif Wicaksono untuk mendapatkan tanaman buah langka, selain lokasinya juga jauh terkadang harus keluar masuk hutan serta jeli mengenali mana tanaman buah langka.

Menurut Hanif, ada beberapa jenis tanaman buah langka yang untuk mendapatkannya penuh perjuangan dan waktu yang cukup lama, bahkan sampai sekarang ada tanaman buah langka yang hanya dapat buahnya, namun tanaman atau pohonnya belum ditemukan.

"Namanya buah babuku rupai, mirip kelengkeng tetapi lebih kecil, saya dapat buahnya di wilayah Uren Halong, jadi sampai saat ini saya masih mencari di mana pohon induknya," ungkapnya.

Baca: Kumpulkan Tanaman Buah Langka, Hanif Berkeliling Masuk Hutan di Enam Kabupaten di Kalsel

Baca: Hanif Sudah Kumpulkan 160 Jenis Tanaman Buah Langka Asli Kalimantan

Baca: Pembudidaya Buah Langka di Balangan, Awalnya Penasaran Karena Buahnya Tak Ada di Jawa

Selain itu di Marajai juga ada buah tanaman langka yang dilindungi undang-undang, sampai tiga jam perjalan kehutan mulai dari desa baru menemukan tanamannya.

"Ada juga sampai seharian dihutan baru bisa menemukan tanaman langka,"

Selain memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan tanaman buah langka, Hanif juga punya pengalaman unik saat berjalan dihutan yaitu tidak tahu jalan pulang alias sesat dihutan.

Kemudian juga pernah mengalami lidah mati rasa selama tiga hari saat mencicipi salah satu tanaman buah langka yang ditemukannya.

"Saya lupa nama buahnya, yang jelas saat mencicipi buah itu lidah terasa gatal lama-lama mati rasa selama tiga hari, jadi selama tiga hari itu makan apapun tidak ada rasa apa-apa," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved