Berita Hulu Sungai Tengah

Desa Bangkal Jadi Percontohan Pengentasan Kemiskinan, Dinsos HST Launching Gardu Pengemis

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Tengah, meluncurkan Proyek Perubahan Gerakan Terpadu (Gardu )

Desa Bangkal Jadi Percontohan Pengentasan Kemiskinan, Dinsos HST Launching Gardu Pengemis
Hanani
Penandatanganan kesepakatan antar stake holder dengan Dinas Sosial Kabupaten HST, dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan melalui gerakan terpadu pengentasan kemiskinan, Senin (12/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Tengah, meluncurkan Proyek Perubahan Gerakan Terpadu (Gardu ) Pengentasan Kemiskinan (Pengemis), Senin (12/11/2018) di Aula Kantor Badan Perencanaan, Pegembangan dan Penelitian Pembangunan Daerah. Kegiatan tersebut tersebut dihadiri sejumlah instansi terkait serta tenaga relawan sosial.

Dari instansi yang hadir, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, TNI/Polri, relawan Taruna Siaga Bencana, Tenaga Keja Sukarelawan Sosial, Pelaksana Program Keluarga Harapan, para Kades dan Camat serta pihak PBJS Kesehatan, BUMN dan instansi terkait lainnya. Kepala Dinas Sosial, PPPA, HM Yusuf, menjelaskan, launching proyek perubahan Gardu Pengemis akselerasi penurunan angka kemiskinan di Kabupaten HST 2018, merupakan upaya melakukan pemberantasan kemiskinan secara terpadu.

Baca: Jadwal Hong Kong Open 2018 Super 500 Selasa (13/11) : Marcus/Kevin, Jonatan Christie & Ginting Main

Harapannya, semua pihak terlibat dan bertanggungjawab mendukung kemandirian masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan pertanian serta sektor lainnya. Sebagai percontohan, ditetapkan Kecamatan Labuanamas Selatan sebagai percontohan di tingkat Kecamatan. Sedangkan untuk di desa, dipilih salah satu desa yaitu Desa Bangkal.

Disebutkan, sasaran yang harus menjadi perhatian bersama adalah penyandang disabilitas yang tak punya keluarga, para jumpo dan telantar, anak yatim, fakir miskin, penderita gangguan jiwa, gelandangan dan pengemis serta pengangguran. “Masalah ini tak bisa hanya ditanganai Dinas Sosial. Padahal, kerawanan sosial berpotensi menimbulkan masalah sosial,”kata Yusuf.

Baca: VIDEO - Link Live Streaming O Channel Sriwijaya FC Vs Barito Putera Liga 1 2018 Live OChannel

Disebutkan, penyalahgunaan narkoba, pengaruh teknologi informasi, merupakan contoh yang berdampak terhadap kemiskinan. “Kita harus keluar dari kemiskinan, melalaui penanganan yang multi dimensi,”kata Yusuf. Diakui angka kemiskinan di HST tergolong masih tinggi, berdasarkan data Kementerian Sosial. Uutuk megatasinya, jelas Yusuf dimulai dari hal kecil namun riil, ketimbang merencanakan hal yang muluk tapi, akselrasi penurunannya lambat tercapai.

Dijelaskan penurunan kemiskinan, berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Kerjasama lintas instansi berbasis Gardu Pengemis, diharapkan membuat penaggulangan kemiskinan lebih terorganisir, berkesinambungan serta tepat sasaran. Adapun perencanaan programnya, jelas Yusuf meliputi semua bidang. Antarai lain bidang pertanian, dengan pengolahan hasil produk pertanian dan pangan. “Gapoktan didorong untuk bekerjama dengan BumDes agar harga panen tak anjlok.

Baca: 5 Fakta Perseteruan Jerinx SID dan Via Vallen, Dari Langgar Hak Cipta Hingga Kata-Kata Tak Pantas

Sedangkan di bidang Kesehatan, membiasakan prilaku hidup bersih dengan tak BAB sembarangan, perbaikan kualitas rumah tinggal tak layak huni, serta pelatihan UMKM sesuai potensi desa, untuk bidang ekonomi. Khusus untuk Disos sendiri, ada program bansos kelompok usaha bersama pemenuhan kebutuhan pangan lansia, , bantuan pangan non tunai, jaminan kesehatan melalui JKN KIS BPJS Kesehatan, serta program-program lainnya seperti program keluarga harapan (PKH).

Launching Gardu Pengemis, ditandai dengan pemukulan gong, oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Ainur Rafiq, sebagai tanda dimulainya tekat bersama mengentaskan kemiskinan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved