Serambi Ummah

Kenapa Nabi Muhammad SAW Tidak Lahir di Bulan Ramadhan, Tapi di Rabiul Awal? Ini Penjelasannya

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah pada tahun 570 Masehi dan bertepatan dengan bulan Rabiul Awal pada kalender Arab.

Kenapa Nabi Muhammad SAW Tidak Lahir di Bulan Ramadhan, Tapi di Rabiul Awal? Ini Penjelasannya
istimewa
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat dimuliakan oleh para kaum muslimin diseluruh dunia . 

BANJARMASINPOST.CO.ID – 20 November 2018 yang akan datang akan diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW terpatnya juga pada Rabiul Awal 1440 Hijriyah.

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah pada tahun 570 Masehi dan bertepatan dengan bulan Rabiul Awal pada kalender Arab.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online yang tayang tanggal 17 Desember 2017, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam merupakan makhluk Allah ta'ala yang paling mulia.

Ia bahkan mengalahkan malaikat yang setiap detik waktunya digunakan untuk taat beribadah, mematuhi perintah Allah.

Saking agungnya, hamba Allah yang diangkat menjadi rasul-Nya pada usia 40 tahun ini mendapat pujaan dari Tuhan yang menciptakannya sendiri, Tuhan semesta alam.

Baca: 11 Amalan Selawat dan Manfaatnya Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1440 Hijriyah

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَاِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).

Artinya, sedemikian luhur dan agung kedudukan derajat Nabi Muhammad di hadapan Allah.

Namun kenapa Baginda Nabi yang mulia itu dilahirkan bukan bertepatan dengan bulan agung,

Halaman
123
Penulis: Noor Masrida
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved