Berita Jakarta

Pasca-Jatuhnya Lion Air, Kemenhub Periksa Pesawat Boeing 737 Max 8, Lalu Apa Hasilnya?

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti bahwa hasil pemeriksaan

Pasca-Jatuhnya Lion Air, Kemenhub Periksa Pesawat Boeing 737 Max 8, Lalu Apa Hasilnya?
Belanja Pesawat Lagi, Lion Air Group Jadi Pengguna Pertama Pesawat 737 Max 8 di Dunia TRIBUNNEWS/SENO
Pesawat Boeing 737 MAX 8 Batik Air Malaysia di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) telah melakukan pemeriksaan khusus terhadap seluruh pesawat jenis tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap seluruh pesawat jenis Boeing 737 Max 8 dinyatakan bagus.

"Hasilnya semua bagus," kata Polana saat jumpa pers di Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Baca: CPNS 2018 - Formasi Dokter Terkendala Passing Grade, RSUD Sultan Suriansyah Bakal Kekurangan Dokter

Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih rinci perihal hasil pemeriksaan itu. Polana hanya mengungkapkan, saat ini ada dua maskapai penerbangan di Indonesia yang menggunakan pesawat jenis ini yakni Lion Air dan Garuda Indonesia yang totalnya ada 11 unit.

"Semua sudah diperiksa oleh inspektorat kami, yakni meliputi pelaksanaan trouble shooting, kesesuaian prosedur, perlangkapan peralatan, aspek kelayakan, dan lain-lain," jelas Polana.

Baca: Jelang Timnas Indonesia Vs Timor Leste Piala AFF 2018, Ini yang Menakutkan dari Timor Leste

Polana juga menyampaikan, spesial audit juga telah selesai dilaksanakan pihaknya kepada Lion Air dari 30 Oktober 2018 sampai 2 November 2018 kemarin.

"Audit telah selesai dilakukan," tutur dia.

Sebelumnya, Kasubdit Aeronautika Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Kus Handono mengatakan, audit tersebut meliputi prosedur manual perusahaan, catatan operasional pesawat, wawancara dengan personil kunci terkait pengoperasian pesawat dan mengevalusi fasilitas perawatan itu tidak dapat dipublikasikan ke masyrakat.

Baca: Hasil Akhir Sriwijaya FC vs Barito Putera di Liga 1 2018 : Skor Akhir 2-0, Jauhi Zona Degradasi

"Tujuannya untuk memastikan semua ketentuan perawatan dan pengoperasian pesawat tetap terpenuhi. Kalau toh ada temuan-temuan, itu tidak di-publish, tapi untuk internal Kemenhub," ujar Kus Handono di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved