Berita Tanahbumbu

Dinas Lakukan Pengukuran Kios Pasar Satui Yang Terbakar, Pedagang Dibolehkan Bangun Kios Sendiri

Pedagang korban kebakaran di kawasan Pasar Raya Sudan dan Terminal Satui, Tanahbumbu, sudah ada tanda-tanda dibolehkannya untuk membangun kiosnya.

Dinas Lakukan Pengukuran Kios Pasar Satui Yang Terbakar, Pedagang Dibolehkan Bangun Kios Sendiri
HO/Humas Tanahbumbu
Tim dari dinas dan muspika Sungai Danau, Tanahbumbu, melakukan pengukuran di pasar Satui yang terbakar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pedagang yang sempat mengalami bencana kebakaran di kawasan Pasar Raya Sudan dan Terminal Satui, Tanahbumbu, sudah ada tanda-tanda dibolehkannya untuk dibangun.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanahbumbu, musfika, UPT Pasar dan pedagang serta disaksikan jajaran Polsek Satui dan Koramil Satui, telah melaksanakan rapat di Kecamatan Satui, Selasa (13/11/18) siang.

Dari rapat atau pertemuan itu, pedagang telah bersepakat untuk membangun sendiri kios yang sudah terbakar itu. Mereka sudah sepakat untuk membangun sendiri, sesuai dengan desain dari Dinas yang telah dirancang. Hanya saja, bangunan itu sifatnya sementara.

Sebab, tahun depan Pemerintah Daerah akan membangun kembali kawasan pasar dan kios di terminal yang sudah terbakar itu. Pada pembangunan itu, juga dibentuk kepanitian agar semuanya berjalan dengan baik. Ada dua kelompok yakni untuk pasar dan untuk terminal masing-masing 3 orang, serta didampingi UPT Pasar dan konsultan.

Baca: VIDEO - Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2018, Ini 3 Link RCTI

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan pada Diperindag Tanbu, Herry S, mengatakan tinggal pembangunan dari pedagang dan arah pembangunannya semi permanen.

"Mereka boleh membangun dengan suka rela atau biaya sendiri. Tujuannya tidknlain agar segera kembali berdagang," katanya.
Jajarannya juga sudah melakukan pengukuran. Sehingga pembangunan tetap sesuai dengan ukuran sebelumnya. Terkait masalah biaya nantinya ditentukan konsultan berapa biaya yang diperlukan untuk membangun kios sementara.

Mereka juga sudah memberikan pernyataan dan bersedia membangun dan bersedia dibongkar sewaktu-waktu. Bila nantinya ada pembongkaran untuk pembangunan kios baru yang dilakukan Pemda untuk bangunan permanen maka harus dibongkar.

"Sebenarnya bisa langsung APBD tapi itu perlu proses dan masih lama pembangunannya, sedangkan mereka ingin cepat berjualan. Dari pemda tidak bisa membangun cepat dan harus menunggu tahun depan dengan perkiraan sekitar Februari baru bisa dibangun," katanya.

Baca: Live Streaming RCTI & Jadwal Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018, Tanpa Andik Vermansah?

Namun, mendengar informasi tersebut, pedagang tidak mau menunggu lama. Sebab, sudah beberapa hari tak bisa berdagang karena lokasinya yang sudah tidak adalagi akibat kebakaram beberapa waktu lalu.

"Intinya mereka ingin cepat membangun. Kapan dimulainya, itu tergantung dari mereka dan konsultannya. Karena sudah sepakat sesuai surat perjanjiannya yang dibuat dan ditandatangani pedagang dan musfika dan dinas yang turut hadir dalam rapat tersebut," katanya.

Sekadar diketahui, kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan 27 kios yang ada di Pasar Sudan Raya dan Terminal Satui ludes terbakar. Saat ini, pedagang masih bel memiliki tempat sehingga sekarang ini bersiap untuk pembangunam semi permanen. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved