Berita Kotabaru

Pasok Listrik Kotabaru, PLN Bentangkan Kabel Laut

PT PLN (Persero) tengah membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut 150 kilo Volt (kV) yang menghubungkan sistem kelistrikan

Pasok Listrik Kotabaru, PLN Bentangkan Kabel Laut
istimewa/ Humas PLN Wilayah Kalselteng
PT PLN (Persero) tengah membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut 150 kilo Volt (kV) yang menghubungkan sistem kelistrikan di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Sistem Barito) dengan sistem kelistrikan di kabupaten Kotabaru. Penggelaran kabel laut secara resmi dimulai Selasa (13/11). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - PT PLN (Persero) tengah membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut 150 kilo Volt (kV) yang menghubungkan sistem kelistrikan di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Sistem Barito) dengan sistem kelistrikan di kabupaten Kotabaru.

Penggelaran kabel laut secara resmi dimulai Selasa (13/11).

Kehadiran kabel laut tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik di Kotabaru yang selama ini hanya mengandalkan suplai listrik dari PLTD dengan kapasitas 16,2 Mega Watt (MW).

Total konsumsi listrik di Kotabaru memang hanya 12 MW akan tetapi dengan sistem interkoneksi yang sedang dibangun PLN ini, nantinya masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan PLTD, suplai utama kelistrikan di Kotabaru akan disuplai langsung dari Sistem Barito.

Baca: Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Satu Keluarga Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah

Baca: Stan Lee Meninggal Dunia, Berikut Daftar Film Marvel yang Memuatnya Sebagai Cameo

Baca: Penjelasan Resmi Amnesty International Soal Pencabutan Gelar Aung San Suu Kyi

Baca: Penjelasan Presiden Jokowi Tentang Ajakan Hijrah ke Milenial Jelang Pilpres 2019

Baca: Menang Kontroversi Tersilet Silet Award 2018, Ayu Ting Ting Ngaku Tidak Suka Kontroversi

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Machnizon Masri meninjau langsung proses pekerjaan penggelaran kabel laut tersebut.

Dia mengatakan bahwa kabel laut yang dipasang mulai dari landing point Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu sampai dengan landing point Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru sepanjang 4 kilo meter sirkuit (kms) tersebut merupakan program strategis yang sudah direncanakan dan termasuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016 - 2025 guna memenuhi kebutuhan energi listrik di Kotabaru.

“Untuk menghubungkan sistem kelistrikan tersebut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lainnya yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk (GI),” ujarnya, Selasa (13/11/2018).

Total ada sebanyak 109 tower SUTT yang dibangun, 94 tower SUTT di Kotabaru dan 15 tower SUTT di Batulicin dengan total panjang jaringan 37,5 kms.

Sedangkan GI dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) dibangun di Batulicin dan Kotabaru.

Machnizon menjelaskan progres pembangunan SUTT sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan pondasi.

Sedangkan status GI Batulicin saat ini sudah dapat dioperasikan, sementara itu GI Kotabaru masih dalam tahap pengujian dan siap dioperasikan pada akhir November tahun 2018.

“Pembangunan SUTT di Batulicin ditargetkan selesai dan siap untuk beroperasi pada Januari 2019, sedangkan SUTT di Kotabaru ditargetkan Bulan September 2019. Kami akan coba kejar agar tahun depan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah kami canangkan,” jelas dia.

(banjarmasinpost.co.id/sofyar redhani)

Penulis: Sofyar Redhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved