Pilpres 2019

Peneliti LIPI Sebut SBY Terpaksa Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Partai Demokrat dinilai setengah hati mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Peneliti LIPI Sebut SBY Terpaksa Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan salam kepada media sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Partai Demokrat dinilai setengah hati mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Hal itu dikuatkan dengan sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya untuk menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden 2019. 

Hal ini dikatakan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang menyatakan partainya membebaskan para kadernya terkait pilihan capres pada Pemilihan Presiden 2019.

“Pernyataan Ibas mengindikasikan bahwa Partai Demokrat mendukung Prabowo-Sandi setengah hati. Mengapa? Karena SBY mendukung duet Prabowo-Sandi secara terpaksa,” tutur Syamsuddin kepada Kompas.com, Selasa (13/11/2018).

Baca: Kemenpan RB dan BKN Siapkan Kebijakan Baru Sikapi Tak Lolos Passing Grade Peserta CPNS 2018

Baca: Sandiaga Uno Dituntut Minta Maaf Usai Langkahi Makam Pendiri NU Jelang Pilpres 2019

Baca: Jadwal Hong Kong Open 2018 Selasa (13/11), Marcus/Kevin, Jonatan Cristie, Ginting, Owi Main

Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018, Gavin Kwan Dimainkan Pelatih

Menurut Syamsuddin, sikap Partai Demokrat itu tidak akan mengganggu koalisi Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga.

Akan tetapi, menunjukkan tidak solidnya koalisi tersebut.

“BPN tidak akan terganggu, hanya memang kurang solid dan tidak greget karena ada yang setengah hati mendukung,” kata Syamsuddin.

Ia menilai, sejak awal Partai Demokrat terlihat pesimistis. Dukungan yang diberikan untuk Prabowo-Sandiaga, menurut dia, untuk memenuhi ketentuan UU Pemilu yang mewajibkan parpol ikut mengusung pasangan calon.

Baca: BKN : Kebijakan Baru untuk Tes CPNS 2018 Pasca Peserta Banyak Tak Lolos Passing Grade

Baca: Reaksi Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Atas Sikap Demokrat yang Bebaskan Pilihan Kadernya di Pilpres 2019

“Pesimistis karena khawatir tidak lolos ambang batas parlemen 4 persen,” kata Syamsuddin.

Demokrat bebaskan kadernya Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved