Berita Tanahlaut

Puluhan Pelanggar Lalu Lintas Penuhi Kejaksaan Negeri Tanahlaut untuk Lakukan Ini

Keterbatasan halaman di Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut sehingga areal parkir kendaraan pelanggar lalulintas ditentukan di sisi Jalan Datu Insyad.

Puluhan Pelanggar Lalu Lintas Penuhi Kejaksaan Negeri Tanahlaut untuk Lakukan Ini
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Pelanggar Lalu Lintas - Warga yang terjaring operasi terpusat Zebra Intan 2018 memenuhi halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, mengambil barang bukti tilang, Selasa (13/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Puluhan pelanggar lalulintas yang terjaring operasi terpusat Zebra Intan 2018 memenuhi halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Selasa (13/11/2018).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, mereka mendatangi Kejaksaan Negeri Tanahlaut untuk mengambil barang bukti tilang, berupa STNK.

Keterbatasan halaman di Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut sehingga areal parkir kendaraan pelanggar lalulintas ditentukan di sisi Jalan Datu Insyad.

"Hari ini sekitar 500 pelanggar yang datang ingin mengambil barang bukti tilang seperti STNK dan SIM," ujar Iwan, petugas pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Baca: Live Streaming RCTI & Jadwal Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018, Tanpa Andik Vermansah?

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho mengatakan selama dua pekan ini, pelanggar lalulintas yang disidang sekitar 400 lebih perkara.

Peningkatan itu seiring dengan gencarnya operasi ketertiban berlalulintas yang dilaksanakan jajaran Kepolisian Resor Tanahlaut.

"Saya imbau saat berkendara agar agar melengkapi dengan surat menyurat agar tidak terjaring saat dilaksanakan razia lalulintas," katanya.

Pengadilan Negeri Pelaihari hanya memutuskan perkara pelanggar lalulintas, putusan denda dibayar melalui perbankan dan barang buktinya di Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion Matchday 5 Live di RCTI, PSG vs Liverpool, Roma vs Real Madrid

Pelanggar lalulintas yang datang, kebanyakan bukan dari Kecamatan Pelaihari. Mereka rata-rata dari Kecamatan Jorong dan Kecamatan Batuampar.

"Saya mengambil STNK karena anak saya terjaring razia saat berangkat ke sekolah. Anak saya bersekolah di SMK Negeri Pelaihari," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved