Berita Banjarmasin

Wali Kota Ibnu Sina Belum Bisa Tambah Rusunawa di Kota Banjarmasin Tahun Depan, Ini Alasannya

Rencana Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, untuk menambah rumah susun sewa di Pelambuan dan Rawasari harus tertunda.

Wali Kota Ibnu Sina Belum Bisa Tambah Rusunawa di Kota Banjarmasin Tahun Depan, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Rusunawa di Muara Kelayan Banjarmasin sudah hampir rampung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Rencana Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, untuk menambah rumah susun sewa (Rusunawa) di Pelambuan dan Rawasari Kota Banjarmasin harus tertunda.

Sebab, hingga saat ini lahan untuk usulan rusunawa tersebut masih belum bersih. “Syaratnya lahan harus clear and clean,” ujar Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Pemukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Syaifuddin.

Dibeberkannya, ada beberapa syarat agar pemerintah pusat bersedia memberikan kucuran dana pembangunan. Yakni lahan harus tersedia (sharing lahan clear and clean), kesiapan untuk yang mengisi, dan kesiapan untuk pengelolaan.

“Di Rawasari dan Pelambuan mungkin ada lahan pemko, tapi apakah sudah clear. Kalau masih ada bangunan lain, tidak bisa,” jelasnya.

Baca: Rusunawa di Muara Kelayan Bakal Dilengkapi Mebel, Pemko Belum Tentukan Harga Sewa

Baca: Jadwal Siaran Langsung (RCTI) Timnas Indonesia vs Thailand di Grup B Piala AFF 2018

Menurut Fanani, idealnya pembangunan rusunawa ada di tiap kecamatan agar pengentasan kekumuhan merata. Selain itu, agar bantuan rusunawa bisa didapatkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan kemeterian baik langsung maupun melalui satker pusat di provinsi.

Jelas untuk pembangunan rusunawa tak mudah. Contohnya di Muara Kelayan. Apalagi berkaitan dengan pembebasan lahan. Pembebasan lahan pun dimulai dari tahun 2015 hingga 2017 lalu secara bertahap.

Selain, pembebasan memerlukan anggaran yang besar. Negosiasi warga juga perlu dilakukan. “Proses negosiasi dengan warga minimal tiga kali pertemuan setelah terlebih dahulu dilakukan sosialisasi,” jelasnya.

Bahkan untuk pembebasan lahan Muara Kelayan totalnya mencapai Rp 53 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total 175 persil bangunan yang dibebaskan.

Rusunawa diperuntukan untuk warga Banjarmasin yang belum memiliki rumah. Dijelaskannya, setelah bangunan selesai baru dilakukan verifikasi siapa yang memenuhi kriteria yang dapat di terima sebagai penghuni. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved