Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ungkap 4 Fakta, Alami Luka Benda Tumpul Hingga Anjing Pelacak
Meninggalnya satu keluarga di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Meninggalnya satu keluarga di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018) masih menjadi misteri.
Sampai saat ini pihak kepolisian sedang memastikan penyebab dan mencari motif meninggalnya seluruh anggota keluarga yang terdiri dari Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).
Dari lokasi kejadian, sejumlah fakta terkait meninggalnya satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat itu
Pengelola Kontrakan
Baca: Hasil Akhir Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018: Skor Akhir 3-1, Indonesia Epic Comeback
Adapun keluarga tersebut merupakan pengelola kontrakan yang persis berada di belakang rumah mereka.
Pemilik kontrakan itu, yakni kakak korban Douglas Nainggolan, sedang diperiksa pihak kepolisian.
Luka Benda Tumpul dan Kehabisan Oksigen
Baca: Klasemen Grup B Piala AFF 2018 Usai Hasil Indonesia vs Timor Leste 3-1 & Singapura vs Filipina 0-1
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, saat ini sedang melakukan penyelidikan dan di lokasi kejadian menemukan Diperum dan Maya mengalami luka benda tumpul.
Sementara anak-anaknya, Sarah serta Arya, tidak mengalami luka, tetapi kehabisan oksigen.
"Ada luka benda tumpul, dengan luka senjata tajam. Berbeda-beda yang suami dan istri pada leher, sedangkan untuk anak luka kehabisan oksigen karena tidak ditemukan luka terbuka," kata Indarto di lokasi.
Gerbang Kontrakan Terbuka
Dari informasi yang dihimpun, saksi Feby Lofa Rukiani yang tinggal di kontrakan korban mengaku melihat gerbang kontrakan sudah terbuka dan televisi di ruang kontrakan korban menyala pukul 03.30 WIB.
Namun, saat Feby memanggil salah seorang korban dari luar rumah, tidak ada jawaban dari dalam.
Feby pun menelepon korban, tapi tidak diangkat. Kemudian Feby ke kembali ke kontrakannya.
Menurut Feby, pukul 06.30 WIB biasanya korban sudah mau berangkat, namun dia belum melihat mereka bersiap-siap untuk kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/satu-keluarga-dibunuh-di-bekasi.jpg)