Pilpres 2019

Gerindra Wanti-wanti Kadernya Jika Tak Pilih Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Tak Ada Toleransi

Partai Demokrat membebaskan kadernya menentukan dukungannya baik Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Gerindra Wanti-wanti Kadernya Jika Tak Pilih Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Tak Ada Toleransi
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat pengambilan nomor urut di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keputusan Partai Demokrat yang membebaskan kadernya menentukan dukungannya baik Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 mendapat respons dari Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Menurut dia, hal itu menjadi hak partai Demokrat jika membebaskan kadernya menentukan dukungannya dalam Pilpres 2019 .

Namun hal berbeda jika dengan Partai Gerindra. Ditegaskannya, tidak ada toleransi bagi kader Gerindra jika tidak memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

"Kalau kami sama sekali tidak memberikan toleransi," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ungkap 4 Fakta, Alami Luka Benda Tumpul Hingga Anjing Pelacak

Baca: Hasil Akhir Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018: Skor Akhir 3-1, Indonesia Epic Comeback

Baca: Transformasi John Kei di Lapas Nusakambangan, Divonis 16 Tahun, Tobat dan Jadi Pengkhotbah Napi

Baca: Panselnas CPNS 2018 Dalami 3 Keputusan Baru, Mulai Turunkan Passing Grade Hingga Sistem Rangking

Meskipun Partai Demokrat menjadi satu partai pengusung dan pendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019, menurut Muzani pihaknya tidak bisa melarang sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya memilih calon prisiden.

"Ya sekali lagi terserah kepada Demokrat. Itu sepenuhnya jadi tanggung jawab Demokrat," katanya.

Ia tidak menampik, jika keputusan Partai Demokrat tersebut akan mempengaruhi militansi kadernya dalam memenangkan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca: Jadwal Hong Kong Open 2018 Rabu (14/11), Jonatan Christie, Anthony Ginting & Marcus/Kevin Main

Baca: Klasemen Grup B Piala AFF 2018 Usai Hasil Indonesia vs Timor Leste 3-1 & Singapura vs Filipina 0-1

Baca: Permintaan Aneh Antonio Conte yang Berimbas Penolakan Jadi Pelatih dari Manajemen Real Madrid

Padahal, Demokrat secara resmi mengusung paslon nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Kami sudah sangat mengetahui, survei internal Partai Demokrat menyatakan memang mayoritas memilih Pak Prabowo. tetapi ada juga yang sesuai dengan cultural wilayah setempat itu memilih Pak Jokowi," kata Ibas saat ditemui di sela-sela acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Menurut dia, hal itu juga terjadi pada partai lain. Ia menilai, belum tentu seluruh kader mendukung paslon yang diusung secara resmi oleh partai. Ibas mengatakan, Demokrat adalah partai yang demokratis.

Menurut Ibas, Demokrat adalah partai yang demokratis sehingga pilihan dukungan untuk pilpres menurutnya adalah urusan masing-masing kader sebagai individu.

Karena itu, kata dia, tidak akan ada hukuman yang dijatuhkan pada kader yang memiliki pilihan berbeda soal capres dan cawapres.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sekjen Gerindra Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Kader Partai Jika Tidak Memilih Prabowo-Sandi

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved