Berita Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Peringkat Keempat Tertinggi Kasus HIV/AIDS, Penderita Lebih Banyak Pria

Kabupaten Banjar menduduki peringkat keempat tertinggi kasus HIV/AIDS setelah Tanahbumbu, Banjarmasin dan Banjarbaru.

Kabupaten Banjar Peringkat Keempat Tertinggi Kasus HIV/AIDS, Penderita Lebih Banyak Pria
BPost Cetak
Banjarmasin Blitz Edisi Cetak Rabu (14/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, POST - Kabupaten Banjar menduduki peringkat keempat tertinggi kasus HIV/AIDS setelah Tanahbumbu, Banjarmasin dan Banjarbaru.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banjar dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 138 kasus, terdiri dari HIV ada 105 orang dan AIDS sebanyak 35 orang dan yang sudah meninggal dunia ada tiga orang.

Orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Banjar sebanyak 117 orang terdiri dari HIV ada 102 orang dan dalam kondisi AIDS ada 15 orang.

Sedangkan temuan kasus di 2017 sebanyak 36 orang, terdiri dari 30 orang HIV, dua orang TB HIV dan empat orang AIDS.

Sedangkan temuan pada 2018 ini sebanyak 25 orang, terdiri dari 20 orang HIV, satu orang ibu hamil HIV, tiga orang TB HIV dan satu orang AIDS.

Baca: Peluang Lulus Peserta Gagal Tes SKD CPNS 2018, Kemenpan-RB Beri 2 Pilihan Kebijakan Baru

Baca: Sandiaga Uno Diklaim Gerindra Sengaja Diwakafkan untuk Munculkan Coattail Effect di Pilpres 2019

Baca: Begini Upaya Mantan Kapolda Jatim untuk Raih Suara Bagi Jokowi-KH Maruf Amin di Pilpres 2019

Baca: Hari Diabetes Dunia - Kenali dan Cara Antisipasi Diabetes, 30 Juta Warga Indonesia Terancam

"Kalau jenis kelamin, HIV lebih banyak pria dibanding perempuan antara 61 banding 32 dan tidak diketahui ada 12 orang, sehingga total ada 105 orang. Demikian juga dengan AIDS lebih banyak pria dibanding perempuan yakni antara 23 banding 10, total 33 orang," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Thaufikkurrahman.

Pihaknya mensinyalir masih banyak penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banjar yang belum terdeteksi.

Pihaknya pun gencar melakukan pendekatan-pendekatan kepada kelompok komunitas-komunitas.

Mengingat ada peningkatan untuk kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banjar, melihat data sejak 2005 ada ditemukan HIV/AIDS.

"Oleh sebab itulah kami lebih mendekatkan layanan dengan adanya puskesmas ramah HIV, dengan tujuan untuk pendekatan pada kelompok-kelompok komunitas transgender," katanya.

Dia menjelaskan, kalau melihat dari segi sumber daya manusia, Puskesmas Martapura 1 yang dicanangkan sebagai puskesmas ramah HIV sudah siap.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved