Berita Kotabaru

PDAM Bikin Intake Daurat Atasi Krisis Air di Kotabaru, Keseriusan Pemerintah Dipertanyakan

Bukti kekurang seriusan pemerintah daerah penanganan soal air bersih tidak hanya terus menjadi momok warga Bumi Saijaan

PDAM Bikin Intake Daurat Atasi Krisis Air di Kotabaru, Keseriusan Pemerintah Dipertanyakan
HO/PDAM Kotabaru
Karyawan PDAM Kotabaru membuat intake tangkapan air untuk mengatas krisis air yang terjadi saat ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Perusahaan daerah air minum (PDAM) sepertinya terus berusaha keras, baik tenaga maupun pikiran dalam hal penyediaan air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Kerja keras dan pikiran dikerahkan pihak PDAM, karena penyediaan air baku terkesan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air bukan skala prioritas di anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Bukti kekurang seriusan pemerintah daerah penanganan soal air bersih tidak hanya terus menjadi momok warga Bumi Saijaan, krisis air selalu terulang saat kemarau.

Di tengah dampak musim kemarau sampai sekarang masih menggelayuti ribuan masyarakat, pun memaksa PDAM Kotabaru membuat sendiri intake tangkapan air baku.

Baca: Piala AFF 2018 - Andik Vermansah: Permainan Timnas Indonesia Jelek Saat Jumpa Timor Leste

Baca: Link Live Streaming & Jadwal Hong Kong Open 2018, Rabu (14/11) - Marcus/Kevin, Jojo & Ginting Main

Pembuatan intake tangkapan air baku yang keseluruhan diolah secara manual, diharapkan untuk sementara bisa membantu suplai air baku ke instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Relly Gunung Ulin.

Selain cukup untuk membantu tambahan suplai air baku ke IPA Gunung Perak dan Gunung Pemandangan.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah dikonfirmasi melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id, mengakui pihaknya membuat intake tangkapan air baku darurat.

"Ya. Sungai dibendung manual, kolam intake digali manual lalu dipasang box untuk dipasang pipa isap. Pake pompa dimasukkan ke penampungan kemudian di pompa lagi ke instalasi pengolahan di Gubunf Relly dan Ulin," kata Ipansyah.

Menurut Ipansyah, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pihaknya terpaksa harus memutar otak, karena keterbatasan anggaran.

Baca: Timor Leste Nyaris Ukir Sejarah Baru saat Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Baca: Garuda Indonesia dan Citilink Sediakan Wifi Gratis di Penerbangan Domestik 2019

Bahkan penyediaan air baku, dilakukan di tengah menurun drastis penerimaan PDAM akibat dampak kemarau.

"Karyawan dikerahkan waktu dan tenaga pikiran, tanpa dibayar untuk melaksanakan kegiatan menambah air baku dari sumber alternatif," kata Ipansyah.

Sekadar dikeyahui sebenarmya urusan air baku semestinya menjadi tanggung jawab Pemkab melalui Dinas Binamarga. Namun, penyediaan baku terkesan tidak menjadi prioritas anggaran. PDAM terpaksa harua berpikir sendiri.

Sementara hingga berita diturunkan, belum didapat konfirmasi resmi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.(Banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved