Surat Anak Baiq Nuril ke Presiden Jokowi Viral, Korban Pelecehan Seksual Kepsek yang Kena UU ITE

Baiq Nuril Maknun (36) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu (14/11/2018).

Surat Anak Baiq Nuril ke Presiden Jokowi Viral, Korban Pelecehan Seksual Kepsek yang Kena UU ITE
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Baiq Nuril Maknun (36) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu (14/11/2018).

Korban pelecehan seksual yang malah divonis melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik itu meminta keadilan atas kasus yang menjeratnya.

Tak hanya Baiq Nuril, anaknya yang bernama Rafi juga ikut mengirim surat kepada Jokowi terkait peristiwa yang dialami ibunya. Dua surat itu saat ini viral di media sosial.

"Surat tersebut benar ditulis oleh Baiq Nuril dan anaknya," ujar Koordinator Tim Hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (15/11/2018).

Baca: 90 Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Desak PBNU Karena Jokowi Comot KH Maruf Amin di Pilpres 2019

Baca: Mulan Jameela Bongkar Sifat Ahmad Dhani yang Suka Selingkuh, Sebut Body Hingga Hati

Baca: Daftar 5 Ulama dan Tokoh Agama yang Paling Didengar, Ustadz Abdul Somad Hingga Habib Rizieq

Baca: 3 Permintaan Maaf Prabowo-Sandiaga Uno yang Disoal kubu Jokowi-Maruf Amin Jelang Pilpres 2019

Dalam suratnya, Baiq Nuril berharap Presiden Jokowi mampu membebaskannya dari jerat hukum yang dialami.

"Saya tidak bersalah. Saya minta keadilan yang seadil-adilnya," tulis Baiq Nuril dalam suratnya.

Sedangkan, Rafi berharap ibunya tidak sering meninggalkannya dengan alasan pergi ke sekolah.

"Kepada Bapak Jokowi, Jangan suruh ibu saya sekolah lagi, dari Rafi," tulis Rafi dalam suratnya.

Menurut Joko Jumadi, Baiq Nuril menggunakan alasan pergi ke sekolah kepada anaknya, saat mantan guru SMU 7 Mataram itu sibuk mengatasi perkara hukum yang menjeratnya.

"Jadi waktu dulu Nuril ditahan, anaknya dikasih tahu kalau ibunya sedang sekolah," ujar Joko yang juga Direktur Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved