Pengalaman Horor Perawat di Rumah Sakit

Alasan Perempuan-perempuan Cantik Ini Jadi Perawat, Addien: 'Saya Tidak Takut Darah'

"Saya memilih keperawatan karena memang cita-cita sejak SMA, oleh sebab itu saya tidak takut dengan darah"

Alasan Perempuan-perempuan Cantik Ini Jadi Perawat, Addien: 'Saya Tidak Takut Darah'
Istimewa
Perawat Rumah Sakit, Immatul Addien. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memilih keperawatan memang keinginan Immatul Addien sedari SMA, berawal dari keikutsertaannya terhadap ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).

"Saya memilih keperawatan karena memang cita-cita sejak SMA, oleh sebab itu saya tidak takut dengan darah ataupun peralatan medis seperti jarum suntik," ujarnya.

Ia melanjutkan selain cita-cita sejak SMA, profesi perawat saat ini masih banyak dicari di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca: Jadi Perawat Awalnya Sebagai Pelarian, Via Pun Sempat Takut Melihat Darah

Meski demikian menurut Imma kebanyakan orang masih menganggap perawat hanya dianggap sebagai 'pembantu' dokter bukan mitra kerjanya.

Nurul Ulfah
Nurul Ulfah (Istimewa)

"Karena kebanyakan dokter lah yang dianggap orang-orang berperan penting dalam pasien padahal ketika di rumah sakit sendiri perawat lah yang menjaga pasien 24 jam," ujarnya.

Baca: Dari Tangisan Anak Kecil Hingga Makhluk Halus yang Membantu Melepaskan Infus Pasien

Berbeda dengan Imma, Nurul Ulfah justru terjun ke dunia keperawatan karena keinginan kedua orangtuanya.

"Awalnya karena suruhan orangtua, tetapi lama kelamaan mulai menikmati dan menyukai dunia keperawatan, sampai akhirnya saat ini bekerja di dunia kesehatan," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved