Berita Banjarbaru

Dosen Politala Ciptakan Mesin Pembuat Pakan Kambing Fermentasi

Hal ini dilakukan oleh dosen Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala). Tim dosen yang terdiri dari Anton Kuswoyo, Nuryati,

Dosen Politala Ciptakan Mesin Pembuat Pakan Kambing Fermentasi
Istimewa
Proses pembuatan pakan kambing yang dilakukan Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menjadi dosen memiliki kewajiban tidak hanya mengajar saja, namun juga harus melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Inilah yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan oleh dosen Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala). Tim dosen yang terdiri dari Anton Kuswoyo, Nuryati, dan Sukma Firdaus juga harus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberi pelatihan cara membuat pakan kambing fermentasi kepada peternak kambing di Desa Ujung Batu, Kabupaten Tanahlaut.

Tim yang diketuai Anton Kuswoyo ini telah melakukan penelitian untuk menciptakan mesin pembuat pakan kambing fermentasi pada tahun 2017 lalu. Hasilnya yaitu mesin pembuat pakan kambing fermentasi yang diberi nama i-GITA.

Baca: Serius Ingin Bantu Baiq Nuril, Hotman Paris Ajak Seluruh Wanita Indonesia Kirim Surat

Baca: Partai Nasdem: Tidak Ada Artinya Partai Menang, tetapi Pak Jokowi Kalah

Baca: Pengurus Apkasindo dan Petani Kotabaru Merasa Dipermalukan Sinarmas Group, Ini Penyebabnya

Proses pembuatan pakan kambing yang dilakukan Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala).
Proses pembuatan pakan kambing yang dilakukan Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala). (Istimewa)

Setelah mesin i-GITA bisa digunakan, maka tim dosen Politala pun melaksanakan Program Diseminasi Produk Teknologi kepada Masyarakat, yang merupakan Program dari Direktorat Riset Dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Pembuatan pakan kambing fermentasi menggunakan mesin i-GITA bertujuan untuk memberikan solusi kepada permasalahan kelompok peternak kambing" ucap Anton.

Permasalahan yang dialami oleh peternak adalah mereka harus mencari rumput setiap hari, hal ini tentu akan menjadi kendala jika hari hujan, atau terjadi kemarau panjang. Saat kemarau rumput sangat sulit diperoleh. Sehingga hal ini cukup menghambat usaha peternakan kambing di Desa Ujung Batu.

Panerapan Mesin i-GITA dalam pembuatan pakan kambing fermentasi memiliki tiga keuntungan. Pertama pakan kambing dapat dibuat dalam jumlah banyak serta dapat disimpan dalam waktu lama (4 minggu), sehingga peternak bisa menyimpan pakan kambing untuk digunakan selama 4 minggu.

Kedua, pakan kambing fermentasi yang dibuat memiliki kandugan gizi yang lebih baik dan komplit, sehingga kambing cepat gemuk dan terjaga kesehatannya. Ketiga, dengan menggunakan mesin i-GITA, limbah pertanian seperti daun jagung, daun kacang tanah, sisa hasil panen, ampas tahu, bungkil kacang, dapat diolah menjadi pakan kambing, sehingga meningkatkan nilai tambah limbah pertanian.

Anton Yang juga Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Politeknik Negeri Tanah Laut ini mengatakan Masyarakat yang dilatih adalah kelompok peternak kambing jenis kambing lokal. Mereka ada yang memiliki kambing beberapa ekor, hingga puluhan ekor.

Salah satu peternak kambing, Bambang Suharno, merasa senang dengan adanya pelatihan tersebut. Apalagi dirinya sudah lama memelihara kambing, dan baru kali ini ada pelatihan tentang pembuatan pakan kambing fermentasi menggunakan mesin i-GITA.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved