Bulutangkis

Gagal ke Popnas 2019, Pelatih Tim Bulutangkis Ungkap Faktor Kekalahan di Popwil 2018

Hal tersebut karena kontingen Kalsel harus puas meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah

Gagal ke Popnas 2019, Pelatih Tim Bulutangkis Ungkap Faktor Kekalahan di Popwil 2018
Istimewa
Tim bulutangkis putra Kalsel meraih medali perunggu Popwil III 2018, di Surakarta, 7-13 Nopember 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keinginan tim bulutangkis putra Kalimantan Selatan (Kalsel) tampil di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 mendatang harus pupus.

Hal tersebut karena kontingen Kalsel harus puas meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) III di Surakarta, yang berlangsung pada 7-13 Nopember lalu.

Pelatih tim bulutangkis Kalsel, Wahyu Risdiantono menjelaskan, pebulutangkis Kalsel harus menghadapi jalan terjal di ajang khusus pelajar tersebut.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PSM Makassar vs Persija Jakarta via Live Streaming Indosiar Liga 1 2018

Di babak semifinal, Lukman Nul Hakim cs bersua tim kuat Jawa Tengah. Pada babak ini Kalsel kalah dengan skor 2-0. Kekalahan tersebut dibalas dalam perebutan tempat ketiga menghadapi tim DI Yogyakarta, Kalsel menang dengan skor 2-1.

Baca: Live Streaming Hong Kong Open 2018 Babak Perempat Final, Jonatan Christie vs Kento Momota

Nomor tunggal pertama dimenangkan Rizky Febriansyah dari Yogyakarta atas pebulutangkis Kalsel, Muhammad Naufal, dengan skor 21-15 23-21. Selanjutnya di partai kedua, tunggal putra Kalsel, Dwiki Arsyi Syahnanda menaklukkan Muhammad Robin Buhaqqi dari Yogyakarta, lewat pertarungan tiga game, 21-19 18-21 18-21. Dan di partai penentu, ganda putra Kalsel, Dwiki Arsyi Syahnanda/Muhammad Naufal berhasil merebut kemenangan atas duet Muhammad Robin Buhaqqi/Muhammad Hasnan Alimni dua set langsung, 21-16 21-18.

"Sangat senang dan bersyukur berhasil meraih perunggu, namun masih belum puas karena kuota di Popnas nanti hanya juara 1 dan 2 saja, tapi kami sangat bangga atas perjuangan anak-anak yang sudah mengalahkan regu kuat dari Yogyakarta di perebutan tempat ketiga," ujar dia kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Hanya 60 Orang CPNS 2018 yang Memenuhi Passing Grade, BKPPD Kotabaru Tunggu Kebijakan Pusat

Kendati kalah pada babak semifinal melawan Jateng, Wahyu memberikan apresiasi kepada pemainnya telah bermain ketat meskipun akhirnya kalah dari tim Jateng yang dihuni pemain PB Djarum.

"Selain itu kami kurang beradaptasi dengan pemakaian shuttle cock yang dipakai di Popwil ini, sangat berat dan terlalu cepat sehingga mengganggu cara anak-anak bermain," katanya.

Ditambahkan Wahyu, untuk regu Banten yang sebagai juara dan regu Jateng yang sebagai runner up memang sangat berat di tembus dari partai manapun, karena untuk regu Jateng semua adalah pemain Djarum aktif dan tim Banten pemainnya adalah pmain klub Exist dan klub besar di Jakarta. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved