CPNS 2018

Ini Keputusan Pemerintah Setelah Banyak Peserta CPNS 2018 Tak Lolos Tes SKD CPNS 2018

keputusan pemerintah soal solusi rendahnya angka kelulusan tes Seleksi Kompetensi dasar (SKD) karena banyak peserta CPNS 2018

Ini Keputusan Pemerintah Setelah Banyak Peserta CPNS 2018 Tak Lolos Tes SKD CPNS 2018
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
tes CPNS di SMAN 1 Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini keputusan pemerintah soal solusi rendahnya angka kelulusan tes Seleksi Kompetensi dasar (SKD) karena banyak peserta CPNS 2018 yang tak memenuhi passing grade.

Keputusan pemerintah itu adalah menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kriteria kelulusan SKD peserta seleksi CPNS 2018. Sebab, angka kelulusan SKD sangat rendah karena banyak peserta yang tidak memenuhi passing grade.

Solusi pemerintah ini sebagai bagian mengatasi kekhawatiran banyaknya formasi kosong akibat banyaknya peserta Penerimaan CPNS 2018 tak lolos passing grade.

Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif solusi dengan sistem ranking itu diterapkan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade. Terutama posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan.

Baca: Hanya 61 Peserta CPNS 2018 yang Lulus Passing Grade, Pemkab : Tak Sampai 50 Persen Formasi

Baca: Jelang Barito Putera vs Bali United Liga 1 U-16 2018, Jebolan Timnas U-16 Fokus Kondisi Fisik

Baca: Cara Ini Digunakan Haris Simamora untuk Habisi Nyawa Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP2) MotoGP Valencia 2018 - Danilo Petrucci Tercepat, Rossi & Marquez Munguntit

Sementara, pihaknya tidak mau menurunkan passing grade karena dikhawatirkan akan merekrut Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," katanya saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek - elek (jelek - jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak - anak kita diajar oleh guru - guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak - anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali."

Dengan begitu, peserta seleksi yang tidak lolos passing grade akan diranking sesuai dengan nilai yang diperoleh. Selanjutnya akan ditentukan peserta yang lolos SKD meskipun tidak mencapai passing grade.

"Kemudian kita lakukan perankingan di sana. Yang jumlahnya tinggi - tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi - formasi yang kosong itu. Itu kan tidak mengurangi passing grade. Artinya kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu," ungkapnya.

Pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruangan dilaksanakannya tes CPNS 2018.
Pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruangan dilaksanakannya tes CPNS 2018. (reni kurnia wati)

Sistem Ranking

Halaman
123
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved